| NIM | F1G022011 |
| Namamhs | NABILA |
| Judul Artikel | FOREIGN POLICY CHANGE OF CHINA IN GLOBAL CLIMATE GOVERNANCE: THE CASE STUDY OF COP29 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Studi ini mengevaluasi cakupan pengalihan arah kebijakan luar negeri Tiongkok pada Conferences of Parties ke-29 (COP29) di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Baku, Azerbaijan, dengan berlandaskan pada Analisis Kebijakan Luar Negeri (FPA) serta taksonomi bertingkat Perubahan Kebijakan Luar Negeri (FPC) menurut Charles F. Hermann (1990). Melalui analisis dokumen kualitatif dan process tracing terhadap tonggak sejarah COP (COP15, COP21, COP27, dan COP28) yang mengarah pada COP29, studi ini melakukan triangulasi atas laporan resmi negara, catatan negosiasi UNFCCC, dan penilaian multilateral untuk menganalisis bagaimana agen-agen perubahan diproses melalui filter pengambilan keputusan Tiongkok. Temuan empiris menunjukkan bahwa Tiongkok tidak melakukan Perubahan Kebijakan Luar Negeri yang ekstrem atau mendasar dalam orientasi geopolitik makronya, mengingat Tiongkok tetap teguh memperjuangkan prinsip Common but Differentiated Responsibilities (CBDR). Sebaliknya, langkah tersebut dikategorikan sebagai Pengalihan Arah Kebijakan Luar Negeri yang bersifat selektif. Di antara empat agen perubahan menurut Hermann, Realitas Domestik muncul sebagai pendorong utama dan paling berpengaruh, sementara tingkat pengalihan arah tertinggi yang dicapai adalah Perubahan Program, di mana Tiongkok memperbarui kerangka NDC 3.0 secara kualitatif. Studi ini menyimpulkan bahwa Tiongkok memodernisasi instrumen operasional dan memperluas parameter targetnya demi menjaga ekonomi ekspor serta memperkuat kepemimpinan regulasi global, tanpa mengubah keberpihakan geopolitik intinya terhadap Global Selatan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study evaluates the extent of China’s foreign policy redirection at the 29th Conference of the Parties (COP29) under the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) in Baku, Azerbaijan, 2024, grounded in Foreign Policy Analysis (FPA) through Charles F. Hermann’s (1990) graduated taxonomy of Foreign Policy Change (FPC). Using qualitative document analysis and process tracing across historical COP benchmarks (COP15, COP21, COP27, and COP28) leading up to COP29, the study triangulates official state reports, UNFCCC negotiation records, and multilateral assessments to analyze how change agents were processed through China's decision-making filter. The empirical findings reveal that China did not execute an extreme or fundamental Foreign Policy Change in its macro-geopolitical orientation, as China firmly championed Common but Differentiated Responsibilities (CBDR). Instead, characterized as a selective Foreign Policy Redirection. Among Hermann’s four change agents, Domestic Realities emerged as the primary and most influential driver, whilst the greatest level of redirection achieved was a Program Change, where China qualitatively updated the NDC 3.0 framework. The study concludes that China modernizes its operational instruments and broadens its target parameters to safeguard its export economy and strengthen global regulatory leadership without altering its core geopolitical alignment with the Global South. |
| Kata kunci | China, COP29, Foreign Policy Change, Foreign Policy Redirection, Charles F. Hermann, Global Climate Governance. |
| Pembimbing 1 | Dr. Arif Darmawan, S.I.P., M.Si |
| Pembimbing 2 | Elpeni Fitrah, S.Sos., M.A., Ph.D |
| Pembimbing 3 | Dr. Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 39 |
| Tgl. Entri | 2026-08-19 12:49:39.912956 |
|---|