Artikel Ilmiah : F1A020039 a.n. WIWIEN NURAENI
| NIM | F1A020039 |
|---|---|
| Namamhs | WIWIEN NURAENI |
| Judul Artikel | KEJAHATAN KERAH PUTIH PADA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKOWI PERIODE KEDUA (Analisis Isi Berita Kasus Korupsi di Indonesia pada Portal Berita Online Detik.com Tahun 2019-2023) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kasus tindak pidana korupsi masih menjadi persoalan kronis yang berdampak sistemik dan merusak berbagai lapisan kehidupan di Indonesia. Praktik kejahatan korupsi dilakukan secara terencana, memanfaatkan celah regulasi, dan dilakukan oleh aktor yang memiliki legitimasi sosial yang memiliki akses terhadap sarana publik yang menjadi hambatan besar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pelaku korupsi, profil korupsi dan bentuk hukuman pelaku korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi dengan bahan penelitian berita tindak pidana korupsi yang dipublikasi melalui portal berita online Detik.com tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan teknik sampling sensus dengan sampel sebanyak 473 berita. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi berita kasus tindak pidana korupsi. Metode analisis data penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif dengan penyajian distribusi frekuensi, pie chart, dan grafik untuk melihat modus dan kecenderungan data. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pelaku korupsi didominasi oleh laki-laki (83,7%), pekerjaan pelaku korupsi dengan kasus korupsi tertinggi adalah Pegawai Negeri Sipil (29%), status pelaku korupsi paling banyak adalah terpidana (59%), jumlah pelaku terbanyak terdiri dari 1-2 orang (73,4%). Instansi terjadinya korupsi yang paling banyak melakukan praktik korupsi antara lain pemkab/pemkot (36,2%), bidang (sektor) publik yang paling banyak dikorupsi (30,7%), modus operandi yang paling banyak dilakukan adalah penyalahgunaan anggaran (39%). Sebanyak 41,2% pelaku belum divonis, denda yang dijatuhkan kepada pelaku paling banyak adalah denda 100-999,9 juta (40%), jumlah uang yang dikorupsi pelaku sebanyak 37,6% tidak diketahui, jumlah kerugian keuangan negara sebanyak 64,5% tidak diketahui, wilayah terjadinya korupsi dengan kasus korupsi tertinggi adalah Pulau Jawa (53%). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Various aspects of life and hinders the realization of clean governance. Corrupt practices may be systematically carried out by actors with social legitimacy and access to public resources. This study aims to describe the characteristics of corruption perpetrators, the profile of corruption, and the forms of punishment imposed on corruption perpetrators based on reports published by the online news portal Detik.com from 2019 to 2023. This study employed a content analysis method using census sampling involving 473 news articles on corruption cases. Data were collected through documentation, while data analysis employed descriptive quantitative analysis presented in the form of frequency distributions, pie charts, and graphs. The results show that corruption perpetrators were predominantly male (83.7%), with Civil Servants representing the largest occupational group (29%) and convicted perpetrators comprising the largest status category (59%). Most cases involved 1–2 perpetrators (73.4%). The institutions with the highest number of reported corruption cases were regency/city governments (36.2%), while the public sector was the most frequently affected sector (30.7%), and budget misuse was the most common modus operandi (39%). A total of 41.2% of perpetrators had not yet received a court verdict, while the most common fine category was IDR 100–999.9 million (40%). The amount of money embezzled (37.6%) and state financial losses (64.5%) were most frequently not reported. Java was the region with the highest number of corruption cases (53%). |
| Kata kunci | korupsi, pemerintahan, analisis isi, Detik.com |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Muslihudin, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dra. Rin Rostikawati, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. Rili Windiasih, M.Si. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2026-08-18 12:07:09.01459 |