Artikel Ilmiah : B1A022190 a.n. CLARISTRA ZALFA AMIRZA
| NIM | B1A022190 |
|---|---|
| Namamhs | CLARISTRA ZALFA AMIRZA |
| Judul Artikel | Kandungan Polifenol Pada Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L.) Di Bawah Tingkat Salinitas Yang Berbeda Dengan Penambahan Asam Salisilat |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Selada merah (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran yang memiliki kandungan gizi yang baik, serta sering dikonsumsi masyarakat. Selada merah juga kaya akan antioksidan berupa polifenol yang baik untuk kesehatan. Kandungan polifenol pada selada berpotensi digunakan sebagai obat pencegah diabetes, kanker, dan kardiovaskular. Cekaman salinitas diketahui dapat meningkatkan kandungan polifenol pada tanaman sebagai respon terhadap cekaman. Namun, salinitas yang tinggi juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pemberian asam salisilat diketahui dapat meningkatkan kandungan polifenol dan pertumbuhan tanaman. Asam salisilat bekerja dengan cara meningkatkan enzim phenyl-alanin amonia lyase sehingga kandungan polifenol pada tanaman meningkat. Minimnya informasi terkait interaksi NaCl dan asam salisilat dalam menginduksi metabolit sekunder sebagai strategi peningkatan kualitas nutrisi tanaman holtikultura. Oleh karena itu, diharapkan kombinasi antara NaCl dan konsentrasi asam salisilat yang optimum dapat menghasilkan kombinasi terbaik antara produktivitas dan kualitas senyawa aktif selada merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh interaksi NaCl dan asam salisilat terhadap kandungan polifenol pada selada merah serta menentukan kandungan polifenol yang paling tinggi pada selada merah dibawah konsentrasi NaCl yang berbeda dengan penambahan asam salisilat. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu konsentrasi NaCl 0 mM, 50 mM, 100 mM, 150 mM dan asam salisilat 0 mM, 0,5 mM, 1 mM dengan tiga ulangan. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi NaCl yang diberikan pada media tanam dan asam salisilat yang diberikan secara foliar spray, sedangkan variabel terikat pada penelitian ini meliputi kandungan polifenol pada daun selada merah dan pertumbuhan selada merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2026. Parameter yang diamati adalah kandungan total polifenol menggunakan metode Folin–Ciocalteu, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah daun, dan bobot kering daun. Data dianalisis dengan ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5% dan 1%, kemudian dilanjutkan dengan DMRT pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara NaCl dan asam salisilat dalam meningkatkan kandungan polifenol selada merah. Konsentrasi NaCl dan asam salisilat yang diberikan belum mampu meningkatkan kandungan polifenol pada selada merah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Red lettuce (Lactuca sativa L.) is a vegetable with good nutritional value and is widely consumed. Red lettuce is also rich in antioxidants, particularly polyphenols, which provide health benefits. The polyphenol content of lettuce has the potential to be used as a preventive agent against diabetes, cancer, and cardiovascular diseases. Salinity stress is known to increase polyphenol content in plants as a response to stress. However, high salinity can also inhibit plant growth. The application of salicylic acid has been reported to increase both polyphenol content and plant growth. Salicylic acid acts by increasing the activity of the enzyme phenylalanine ammonia-lyase, thereby increasing polyphenol content in plants. There is limited information regarding the interaction between NaCl and salicylic acid in inducing secondary metabolites as a strategy to improve the nutritional quality of horticultural crops. Therefore, it is expected that the combination of NaCl and an optimum concentration of salicylic acid can produce the best balance between productivity and the quality of active compounds in red lettuce. This study aimed to evaluate the effect of the interaction between NaCl and salicylic acid on the polyphenol content of red lettuce and to determine the highest polyphenol content in red lettuce under different NaCl concentrations with the addition of salicylic acid. The study was conducted using a two-factor Completely Randomized Design, consisting of NaCl concentrations (0 mM, 50 mM, 100 mM, and 150 mM) and salicylic acid concentrations (0 mM, 0.5 mM, and 1 mM), with three replications. The independent variables in this study were NaCl applied to the growing medium and salicylic acid applied as a foliar spray, while the dependent variables included polyphenol content in red lettuce leaves and red lettuce growth. The study was conducted from February to June 2026. The parameters observed were total polyphenol content determined using the Folin–Ciocalteu method, plant height, number of leaves, root length, root fresh weight, root dry weight, leaf fresh weight, and leaf dry weight. The data were analyzed using two-way ANOVA at significance levels of 5% and 1%, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that there was no interaction between NaCl and salicylic acid in increasing the polyphenol content of red lettuce. The concentrations of NaCl and salicylic acid applied were not able to increase the polyphenol content of red lettuce. |
| Kata kunci | asam salisilat, NaCl, polifenol, salinitas, selada merah. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Elly Proklamasiningsih, M. P. |
| Pembimbing 2 | Drs. Iman Budisantoso, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 40 |
| Tgl. Entri | 2026-08-18 04:50:40.761326 |