Artikel Ilmiah : F1D022012 a.n. NENI BELLA HAPSARI

Kembali Update Delete

NIMF1D022012
NamamhsNENI BELLA HAPSARI
Judul ArtikelStrategi Pemenangan Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Banyumas dalam Meningkatkan Perolehan Kursi DPRD: Perbandingan Pemilu 2019 dan 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Partai politik merupakan aktor utama demokrasi yang berfungsi sebagai sarana artikulasi dan agregasi kepentingan masyarakat sekaligus aktor utama dalam kontestasi pemilihan umum. Dalam sistem demokrasi elektoral, keberhasilan suatu partai tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan ideologinya, melainkan juga oleh kemampuan partai dalam merumuskan strategi pemenangan yang tepat untuk menjawab keinginan dan perilaku pemilih di daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemenangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2024 dibandingkan dengan Pemilu 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan perolehan kursi PKS dari empat kursi pada Pemilu 2019 menjadi enam kursi pada Pemilu 2024 di tengah karakter politik Banyumas yang kompetitif dan kuatnya pengaruh politik nasionalis serta Nahdliyin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan internal PKS serta informan eksternal, termasuk tokoh masyarakat, jurnalis, dan Partai Gelora. Analisis penelitian menggunakan kerangka teori partai politik, teori strategi politik, dan teori catch-all party dari Otto Kirchheimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Pemilu 2019 PKS cenderung defensif untuk menjaga soliditas internal. Namun, pada Pemilu 2024 PKS melakukan transformasi agresif dengan mengelola media digital yang terstruktur, memperkuat pengaruh budaya lokal Banyumasan, dan rekrutmen caleg yang lebih terbuka. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa PKS Banyumas berhasil mengadaptasi karakteristik catch-all party dengan mencairkan citra ekslusifnya tanpa menghilangkan identitas ideologis keislaman. Dengan demikian, peningkatan perolehan kursi PKS Banyumas merupakan hasil dari adaptasi strategi elektoral yang menggabungkan perluasan basis dukungan dengan pemeliharaan identitas organisasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Political parties are key democratic actors that serve as vehicles for articulating and aggregating public interests, as well as central players in electoral contest. In an electoral democracy, a party’s success is determined not merely by the strength of its ideology but also by its ability to formulate winning strategies that address the preferences and behaviors of local voters. This study aims to analyze the winning strategies employed by the Prosperous Justice Party (PKS) in Banyumas Regency to increase its seat count in the Regional House of Representatives (DPRD) during the 2024 election compared to the 2019 election. The study is motivated by PKS’s increase from four seats in 2019 to six seats in 2024, achieved amidst Banyumas’s competitive political landscape and the strong influence of nationalist and Nahdliyin political forces. A qualitative method with a case study approach was employed. Data were gathered through in-depth interviews, observation, and document analysis involving both internal PKS informants and external staheholders, including community leaders, journalist, and representatives from the Gelora Party. The analysis utilizes theoretical frameworks concerning political parties, political strategy, and Otto Kirchhimer’s “catch-all party” theory. The findings indicated that while PKS adopted a defensive stance in the 2019 election to maintain internal solidarity, it underwent an aggressive transformation for the 2024 election. This transformation involved managing structured digital media campaigns, leveraging local Banyumas cultural influences, and adopting a more open approach to recruiting legislative candidates. The study also reveals that PKS Banyumas successfully adopted “catch-all party” characterictics by softening its exclusive image without abandoning its Islamic ideological identity. Thus, the increase in PKS Banyumas’s seat count resulted from an electoral strategy that balanced the expansion of its support base with the preservation of its organizational identity.
Kata kunciPKS, Strategi Pemenangan, Pemilu 2019, Pemilu 2024, Catch-all Party.
Pembimbing 1Bowo Sugiarto, S.IP., M.Si., Ph.D.
Pembimbing 2Ahmad Sabiq, S.IP., M.A.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2026-08-17 19:39:24.518786
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.