| NIM | F1A009045 |
| Namamhs | RIKO ANDRIYADI SUTRISNO |
| Judul Artikel | EKSISTENSI KELOMPOK KESENIAN EBEG DI PURWOKERTO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kesenian ebeg merupakan seni tari tradisional berbentuk kelompok yang dimiliki oleh Budaya Banyumasan. Kesenian ebeg berkembang pesat di Banyumas khususnya Purwokerto. Kesenian ebeg memiliki unsur-unsur dasar yang membangun sehingga dapat dikatakan sebagai Budaya Banyumasan yang harus tetap dilestarikan sebagai kesenian asli Purwokerto. Namun seiring perkembangan zaman kelompok kesenian ebeg di Purwokerto saat ini mengalami penurunan, baik secara kualitas maupun jumlah kelompok. Keadaan tersebut menjadikan eksistensi kelompok kesenian ebeg di wilayahnya sendiri akan terancam, maka dari itu upaya regenerasi dari setiap kelompok diperlukan untuk mempertahankan keberadaan kelompok ebeg di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dekriptif. Lokasi penelitiannya adalah di Purwokerto Kabupaten Banyumas. Sasaran utama penelitian ini adalah ketua kelompok ebeg yang berada di Purwokerto dan sasaran pendukungnya adalah warga sekitar kelompok kesenian ebeg, penari ebeg, dan pemerhati dari Dinas kebudayaan Kabupaten Banyumas. Jenis data yang dipakai adalah data dari lapangan melalui observasi dan wawancara langsung yang didukung dengan pedoman wawancara, pengamatan, maupun dokumentasi gambar dari informan. Teknik analisis data yang dipakai adalah model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa eksistensi kelompok kesenian ebeg di Purwokerto dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu faktor sejarah dari masing-masing kelompok yang diketahui dari lama berdirinya kelompok ebeg. Faktor dari dalam kelompok yang diketahui melalui kualitas ketua kelompok dan anggotanya dalam melaksanakan perannya masing-masing saat mementaskan kelompok ebegnya. Faktor dari luar kelompok melalui penonton, pembuat acara, pemerintah daerah, dan antar kelompok ebeg lainnya di Purwokerto. Upaya regenerasi setiap kelompok ebeg di Purwokerto melalui keturunan, mengajak warga masyarakat di lingkungan sekitar kelompok ebeg yang berminat untuk menjadi anggota kelompok dengan cara mengikuti latihan dan menjalani tirakat kejawen tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu pada hakikatnya eksistensi dan keberadaan dari kelompok kesenian ebeg di Purwokerto masih banyak jumlahnya, hanya saja beberapa stakeholders tidak dapat menaunginya dengan baik, sehingga citra baik kelompok kesenian ebeg dipandang lebih rendah dengan kesenian lain. Untuk upaya regenerasinya kelompok ebeg bersifat paguyuban yang berdasarkan keturunan, pertemanan dan pertetanggaan dimana relasi sosialnya begitu dekat dan lama.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Ebeg is a traditional art in the form the group dance which is owned by Banyumasan Culture. Ebeg art particularly thrived in Purwokerto. Ebeg art has the basic constructive elements that so as to be regarded as Banyumasan Cultural should remain conserved as Purwokerto original art. But Along with the times ebeg arts groups in Purwokerto currently experiencing a decline, both in quality and number. The state of preservation make ebeg group in their area will be threatened, and therefore the regeneration efforts of each group is required to maintain the existence of the ebeg arts in Purwokerto. This research uses the qualitative method research described. The research is located in Purwokerto of Banyumas Regency. The target from this research is the head of ebeg arts groups residing in the target area of Purwokerto and his supporters which citizens around them, ebeg dancers, and observers from the Department of culture Banyumas. Type of data used is the data obtained from the field through direct observation and interviews, observation, and images documentation from informants. The data analysis technique used is interactive model. The results of this study indicate that the preservation of ebeg arts groups in Purwokerto can be seen from several factors, namely the history of each group are known from how old the establishment. Factor of the group is known by the quality of group leaders and members in carrying out their respective roles as they on stage. Factors outside the group through the audience, making the show, local governments, and other ebeg inter-group in Purwokerto. Regeneration efforts in each ebeg group by descent, invites members of the community in the surrounding environment ebeg groups who are interested to be a member of a group practice with following kejawen requirement. The conclusion of this study is the preservation of nature and the existence of Ebeg arts group in Purwokerto are still many, it's just that some stakeholders are not able to properly shelter, so that a good image of ebeg arts groups considered to be inferior to other arts. For regeneration efforts, ebeg groups by descent, friendship and place where social relations are so close and long. |
| Kata kunci | Kelompok, Kesenian, Ebeg, Budaya |
| Pembimbing 1 | Drs.Tri Sugiarto, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dra.Endang Dwi S, M.Si |
| Pembimbing 3 | Niken Paramarti D, S.Sos, M.Si |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|