| NIM | H1E022025 |
| Namamhs | DWI KARNILA |
| Judul Artikel | USULAN MITIGASI RISIKO OPERASIONAL PELAYANAN BUS TRANS BANYUMAS MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bus Trans Banyumas sebagai layanan Bus Rapid Transit (BRT) yang dikelola oleh PT Banyumas Raya Transportasi tidak luput dari berbagai risiko operasional, baik yang bersumber dari faktor internal seperti ketidaksesuaian pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM), maupun faktor eksternal seperti kepadatan lalu lintas dan keterbatasan jalan, yang berpotensi menurunkan kualitas pelayanan serta membahayakan keselamatan penumpang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risk event dan risk agent, merancang strategi mitigasi, serta menentukan prioritas strategi mitigasi risiko yang paling efektif untuk diterapkan perusahaan, dengan menggabungkan metode House of Risk (HOR) untuk identifikasi risiko dan perancangan aksi mitigasi, serta Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk penentuan prioritas strategi mitigasi berdasarkan kriteria Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hasil pengolahan HOR Tahap 1 mengidentifikasi 9 risk event dan 37 risk agent yang berpotensi mengganggu operasional pelayanan bus Trans Banyumas, kemudian diseleksi menggunakan prinsip pareto 80/20 menjadi 9 risk agent prioritas untuk segera ditangani. Pada HOR Tahap 2, dirumuskan 6 preventive action sebagai strategi mitigasi, dengan aksi "Melakukan pelatihan berkala dan menerapkan sistem reward untuk pengemudi" memperoleh nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETDk) tertinggi sebesar 1.930,5. Selanjutnya, pembobotan menggunakan AHP menghasilkan alternatif "Menambah petugas di dalam bus" sebagai strategi mitigasi dengan prioritas tertinggi, dengan bobot sebesar 0,23062. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi PT Banyumas Raya Transportasi dalam meningkatkan keandalan serta kualitas pelayanan Bus Trans Banyumas secara berkelanjutan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bus Trans Banyumas, as a Bus Rapid Transit (BRT) service operated by PT Banyumas Raya Transportasi, is not exempt from various operational risks, originating from both internal factors, such as non-compliance with the Minimum Service Standard (SPM), and external factors, such as traffic congestion and road limitations, which have the potential to reduce service quality and endanger passenger safety. This study aims to identify risk events and risk agents, design mitigation strategies, and determine the priority of the most effective risk mitigation strategies to be implemented by the company, by combining the House of Risk (HOR) method for risk identification and mitigation action design with the Analytic Hierarchy Process (AHP) method for determining mitigation strategy priorities based on Minimum Service Standard (SPM) criteria. The results of HOR Phase 1 processing identified 9 risk events and 37 risk agents that could potentially disrupt the operational service of Bus Trans Banyumas, which were then selected using the Pareto 80/20 principle into 9 priority risk agents requiring immediate action. In HOR Phase 2, 6 preventive actions were formulated as mitigation strategies, with the action "conducting regular training and implementing a reward system for drivers" obtaining the highest Effectiveness to Difficulty Ratio (ETDk) value of 1,930.5. Subsequently, weighting using AHP resulted in the alternative "adding officers inside the bus" as the mitigation strategy with the highest priority, with a weight of 0.23062. The results of this study are expected to serve as a recommendation for PT Banyumas Raya Transportasi in improving the reliability and quality of Bus Trans Banyumas services on a sustainable basis. |
| Kata kunci | Analytic Hierarchy Process, House of Risk, Risiko Operasional, Transportasi Publik |
| Pembimbing 1 | Heri Irawan, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Ir. Rani Aulia Imran, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 133 |
| Tgl. Entri | 2026-08-14 12:25:57.042497 |
|---|