Artikel Ilmiah : F1D022070 a.n. ALIFIA DAMAYANTI

Kembali Update Delete

NIMF1D022070
NamamhsALIFIA DAMAYANTI
Judul ArtikelPersonal Branding Politik Jamaludin Malik melalui Karakter Ultraman pada Pemilu 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkembangan teknologi mendorong terjadinya perubahan bentuk kampanye
politik dari konensional menuju kampanye yang lebih kreatif mellaui kampanye
digital. Dalam kampanye para kandidat mempromosikan diri dengan menunjukan
visi dan misi serta citra yang positif kepada masyarakat. Pada Pemilu 2024,
fenomena tersebut terlihat melalui pemanfaatan karakter Ultraman oleh Jamaludin
Malik sebagai strategi personal branding politik untuk menarik perhatian
masyarakat, khususnya pemilih muda sebagai dominasi pemilih pada pemilu 2024.
Dengan penggunaan karakter Ultraman dalam pembentukan personal branding
menjadi menarik untuk dikaji karena tidak hanya berfungsi sebagai media
komunikasi politik, tetapi juga menjadi pembeda dalam membentuk citra kandidat
di era persaingan politik yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis personal branding Jamaludin Malik melalui karakter Ultraman pada
pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif interpretative
dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui analisis dokumen,
pemberitaan media online, konten media sosial, podcat, dan beberapa literatur yang
relevan. Analisis dilakukan menggunakan analisis tematik dengan menggunakan
delapan konsep “The Eight Laws of Personal Branding” Peter Montoya sebagai
kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan karakter
Ultraman merepresentasikan tujuh konsep personal branding Peter Montoya,
specialisation melalui ciri khasnya dengan karakter Ultraman; visibility melalui
penggunaan karakter yang telah dikenal masyarakat; personality melalui karakter
heroik Ultraman; distinctiveness melalui identitas yang berbeda dari kandidat lain;
persistence melalui penggunaan Ultraman secara berulang; unity melalui
pembentukan Ultraman sebagai identitas kandidat; serta goodwill melalui asosiasi
karakter dengan nilai-nilai positif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa karakter
Ultraman menjadi instrumen dalam membangun identitas Jamaludin Malik sebagai
kandidat yang unik, mudah dikenali, dan memiliki citra positif.
Abtrak (Bhs. Inggris)Technological advancements have driven a shift in the nature of political campaigns
from conventional methods toward more creative approaches through digital
campaigns. During campaigns, candidates promote themselves by presenting their
vision and mission, as well as a positive image to the public. In the 2024 general
election, this phenomenon was evident in Jamaludin Malik’s use of the Ultraman
character as a political personal branding strategy to attract public attention,
particularly from young voters, who will constitute the majority of the electorate in
the 2024 election. The use of the Ultraman character in personal branding is an
intriguing subject for study because it not only serves as a medium for political
communication but also acts as a distinguishing factor in shaping a candidate’s
image in an era of increasingly competitive political rivalry. This study aims to
analyze Jamaludin Malik’s personal branding through the Ultraman character in
the 2024 general election. This study employs a qualitative descriptive interpretive
method using a case study approach. Data were collected through document
analysis, online media coverage, social media content, podcasts, and relevant
literature. The analysis was conducted using thematic analysis based on Peter
Montoya as the analytical framework. The results indicate that the use of the
Ultraman character embodies seven of Peter Montoya’s personal branding
concepts: specialization through the character’s distinctive traits; visibility through
the use of a character already familiar to the public; personality through
Ultraman’s heroic nature; distinctiveness through an identity that sets the candidate
persistence through the repeated use of Ultraman; unity through the establishment
of Ultraman as the candidate’s identity; and goodwill through the association of the
character with positive values. These findings indicate that the Ultraman character
serves as a tool in building Jamaludin Malik’s identity as a unique, easily
recognizable candidate with a positive image.
Kata kuncipersonal branding, kampanye politik, Ultraman, pemilu 2024
Pembimbing 1Titis Perdani, S.IP.,M.Sos.
Pembimbing 2Oktafiani Catrur Pratiwi,S.IP.,M.A.
Pembimbing 3Drs.M.Soebiantoro, M.Si.
Tahun2026
Jumlah Halaman25
Tgl. Entri2026-08-14 11:07:16.635485
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.