Artikel Ilmiah : L1C022105 a.n. VIERI BONA TUA TAMBUNAN

Kembali Update Delete

NIML1C022105
NamamhsVIERI BONA TUA TAMBUNAN
Judul ArtikelSTRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA PADA KAWASAN MANGROVE MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Bivalvia di kawasan mangrove Muara Angke, Jakarta Utara, hubungan dengan parameter lingkungan, perubahan kondisi lingkungan ekosistem mangrove dan alih fungsi hutan mangrove serta meningkatnya aktivitas antropogenik, dapat mempengaruhi kondisi struktur komunitas bivalvia yang hidup dan berasosiasi dengan ekosistem tersebut. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling di empat stasiun pengamatan dengan dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 6 spesies Bivalvia dengan total 204 individu, yang didominasi oleh Perna viridis dan Mytilopsis leucophaeata. Rata-rata nilai kelimpahan Bivalvia berkisar antara 4,00–34,67 ind/m², dengan kelimpahan tertinggi di Stasiun III dan terendah di Stasiun IV. Analisis indeks ekologi menunjukkan keanekaragaman jenis yang rendah (H'=0,0-0,66), keseragaman populasi yang rendah (E=0,00-0,37), serta tingkat dominansi spesies yang tinggi (C=0,29-1,00). Kelimpahan Bivalvia memiliki korelasi negatif yang kuat dengan salinitas (r=-0,747) dan korelasi positif dengan oksigen terlarut (DO) (r=0,66). Sementara itu, analisis substrat menunjukkan hubungan negatif pada seluruh fraksi sedimen, dengan fraksi kerikil menunjukkan pengaruh negatif paling kuat (r=-0,11), diikuti lempung (r=-0,07) dan kerikil (r=-0,05). Kesimpulannya, komunitas Bivalvia di Muara Angke berada dalam kondisi tertekan akibat fluktuasi salinitas, ketersediaan oksigen terlarut, serta tingginya dominansi pasir pada substrat perairan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aimed to analyze the community structure of Bivalvia in the Muara Angke mangrove area, North Jakarta, and its relationship with environmental parameters, environmental conditions of mangrove ecosystems, the conversion of mangrove forests, and increased anthropogenic activity can affect the structure of bivalve communities that inhabit and are associated with these ecosystems. Sampling was conducted using purposive sampling at four observation stations with three repetitions. The results showed that Muara Angke had 6 Bivalvia species with a total of 204 individuals, which were dominated by Perna viridis and Mytilopsis leucophaeata. The average abundance of Bivalvia ranged between 4,00 to 34,67 ind/m², when the highest abundance in Station III and lowest at Station IV. The Ecological index analysis showed low species diversity (H'=0,00-0,66), low population uniformity (E=0,00-0,37), and high species dominance (C=0,29-1,00). Bivalve abundance had a strong negative correlation with salinity (r=-0,747) and a positive correlation with dissolved oxygen (DO) (r=0,665). Furthermore, substrate analysis showed negative correlations across all sediment fractions, with gravel exerting the strongest negative impact (r=-0,11), followed by clay (r=-0,07) and sand (r=-0,05). In conclusion, the Bivalvia community in Muara Angke is ecologically stressed due to salinity fluctuations, dissolved oxygen levels, and sand dominance in the substrate.
Kata kunciBivalvia, Muara Angke, Kualitas air, Sedimen, Struktur komunitas.
Pembimbing 1Dr. Ir. Tjahjo Winanto, M. Si.
Pembimbing 2Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman64
Tgl. Entri2026-08-13 09:45:53.367128
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.