Artikel Ilmiah : A1A022056 a.n. RENA WINDIASIH

Kembali Update Delete

NIMA1A022056
NamamhsRENA WINDIASIH
Judul ArtikelTingkat Kesejahteraan Petani Kopi Dengan Pendekatan Nilai Tukar Petani (NTP) Dan Faktor Yang Memengaruhinya Di Desa Kemawi Kecamatan Somagede
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan tren konsumsi kopi di dalam negeri maupun luar negeri. Peningkatan tersebut ditandai dengan peningkatan volume ekspor kopi Indonesia, namun masih kerap menghadapi fluktuasi produksi dan fluktuasi harga. Desa Kemawi yang terletak di Kecamatan Somagede merupakan salah satu sentra produksi kopi di Kabupaten Banyumas, dengan kopi robusta yang paling banyak dibudidayakan. Meningkatnya permintaan kopi, tidak secara langsung meningkatkan pendapatan petani kopi di Desa Kemawi. Fluktuasi harga dan fluktuasi produksi masih menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tingkat kesejahteraan petani dari usahatani kopi dengan serta menentukan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive atau sengaja di Desa Kemawi karena merupakan sentra produksi kopi di Kecamatan Somagede sekaligus di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dengan melibatkan sebanyak 54 petani kopi sebagai responden dan subjek penelitian. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, studi literatur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Nilai Tukar Petani (NTP) untuk menentukan tingkat kesejahteraan petani kopi, dan analisis regresi linier berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi NTP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan petani kopi dari dengan analisis NTP menunjukkan nilai sebesar 72,08% sehingga berdasarkan skala pengukuran NTP maka dapat diartikan bahwa petani kopi di Desa Kemawi masih berada pada taraf belum sejahtera karena nilainya kurang dari 100%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pendapatan yang diperoleh petani melalui usahatani kopi tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan petani sebesar 72,08%. Tinggi rendahnya NTP tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Pada penelitian ini dilakukan pula analisis faktor menggunakan analisis regresi linier berganda dengan melibatkan variabel NTP sebagai variabel dependen, dan luas lahan, jumlah produksi, jumlah anggota keluarga, lahan campuran, lahan sewa, serta jumlah pengeluaran rumah tangga sebagai variabel independen. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah produksi, jumlah anggota keluarga, lahan campuran, lahan sewa, dan jumlah pengeluaran rumah tangga secara simultan berpengaruh terhadap NTP. Sedangkan secara parsial, variabel luas lahan, jumlah produksi, lahan campuran, dan jumlah pengeluaran rumah tangga menjadi variabel yang berpengaruh signifikan terhadap NTP, dengan variabel lahan campuran menjadi variabel dengan nilai signifikansi tertinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is motivated by the rising trend in coffee consumption both domestically and internationally. While this trend is reflected in increased Indonesian coffee export volumes, the sector continues to face fluctuations in both production and prices. Kemawi Village, located in Somagede District, is a key coffee production hub in Banyumas Regency, with Robusta being the most widely cultivated variety. However, the rising demand for coffee has not directly translated into increased income for coffee farmers in Kemawi Village; price and production fluctuations remain persistent challenges. The objective of this study is to analyze the welfare level of coffee farmers derived from their farming activities and to identify the factors influencing it.
This study employs a quantitative descriptive approach using a survey method. The research location was purposively selected specifically Kemawi Village due to its status as a major coffee production center in both Somagede District and Banyumas Regency. A simple random sampling technique was used to select 54 coffee farmers as respondents and research subjects. The study utilizes both primary and secondary data, gathered through observation, interviews, questionnaires, literature reviews, and documentation. Data analysis involved calculating the Farmers' Terms of Trade (NTP) to assess the farmers' welfare level and using multiple linear regression analysis to examine the factors influencing the NTP.
The results indicate an NTP value of 72.08% for the coffee farmers. Based on the NTP measurement scale, this signifies that the coffee farmers in Kemawi Village have not yet reached a state of prosperity, as the value falls below 100%. Consequently, the income generated from coffee farming covers only 72.08% of the farmers' needs. The NTP level is influenced by various factors; therefore, this study also conducted a factor analysis using multiple linear regression, with NTP as the dependent variable and land area, production volume, family size, mixed cropping land, rented land, and household expenditure as independent variables. The results of the multiple linear regression analysis indicate that land area, production volume, number of family members, mixed cropping land, rented land, and household expenditure simultaneously influence the Farmers' Terms of Trade (NTP). Individually, land area, production volume, mixed cropping land, and household expenditure were found to have a significant effect on the NTP, with mixed cropping land exhibiting the highest level of significance.
Kata kunciAgribisnis, Kesejahteraan, Kopi, NTP, Regresi,
Pembimbing 1Dr. Dindy Darmawati Putri, S.P., M.P.
Pembimbing 2Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman110
Tgl. Entri2026-08-13 09:04:17.139659
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.