Artikel Ilmiah : A1F022051 a.n. AMANDA AMI PUTRI
| NIM | A1F022051 |
|---|---|
| Namamhs | AMANDA AMI PUTRI |
| Judul Artikel | Pengaruh Penambahan Spirulina terhadap Sifat Fisik, Kimia, Aktivitas Antioksidan dan Organoleptik Kukis Tepung Tiwul dan Pati Garut |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kukis merupakan salah satu produk pangan yang digemari masyarakat, namun pada umumnya memiliki kandungan kalori dan indeks glikemik yang tinggi karena penggunaan tepung terigu, gula, serta lemak dalam jumlah besar, sehingga kurang sesuai dikonsumsi oleh kelompok masyarakat tertentu, khususnya penderita diabetes melitus. Tepung tiwul yang berbahan dasar singkong dan pati garut dikenal memiliki kandungan pati resisten sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan kukis rendah kalori sekaligus sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Namun demikian, kukis berbahan dasar tepung tiwul dan pati garut memiliki keterbatasan dari segi kandungan gizi, khususnya protein, serta aktivitas antioksidan yang relatif rendah. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penambahan Spirulina platensis, yaitu mikroalga yang dikenal kaya akan protein, pigmen fikosianin, serta senyawa antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Spirulina terhadap sifat fisik, kimia, sensori, profil gelatinisasi pati dan aktivitas antioksidan kukis tepung tiwul dan pati garut serta mengetahui perlakuan penambahan spirulina terbaik pada kukis. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 taraf perlakuan konsentrasi penambahan Spirulina, yaitu 0, 2, 4, 6, 8, 10% dari total berat adonan, dengan 3 kali ulangan. Bahan utama yang digunakan meliputi tepung tiwul, pati garut, Spirulina bubuk, serta bahan tambahan lain seperti margarin, telur, dan gula. Proses pembuatan kukis meliputi tahap pencampuran bahan, pencetakan adonan, dan pemanggangan pada suhu 140°C selama 40 menit. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik (tekstur, spread ratio, baking loss, dan warna), sifat kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, dan kalori), aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, aftertaste dan overall). Peningkatan konsentrasi Spirulina meningkatkan kadar air, abu, protein serta aktivitas antioksidan. Dari segi sifat fisik, penambahan Spirulina menyebabkan perubahan warna kukis menjadi lebih hijau kegelapan seiring bertambahnya konsentrasi, serta memengaruhi tingkat kekerasan produk. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi Spirulina sebesar 2% merupakan formulasi yang paling disukai panelis, dengan nilai kesukaan tertinggi pada parameter tekstur. Berdasarkan indeks efektivitas, penambahan Spirulina pada konsentrasi 8% menghasilkan kukis tepung tiwul dan pati garut dengan karakteristik fisik, kimia, dan aktivitas antioksidan terbaik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | |
| Kata kunci | kukis, spirulina, tepung tiwul, pati garut, antioksida |
| Pembimbing 1 | Dr. Pepita Haryanti, S.TP., M.Sc |
| Pembimbing 2 | Prof. Dr. Ratih Pangestuti, S.Kel., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 156 |
| Tgl. Entri | 2026-08-12 16:39:05.01324 |