Artikel Ilmiah : I1A022064 a.n. ZULFA MAULANI SYAMIL
| NIM | I1A022064 |
|---|---|
| Namamhs | ZULFA MAULANI SYAMIL |
| Judul Artikel | ANALISIS SPASIAL SEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DI WILAYAH PURWOKERTO TAHUN 2024 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan karakteristik lingkungan dan populasi yang memengaruhi distribusi spasialnya. Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan signifikan dalam kejadian DBD pada tahun 2024, khususnya di wilayah Purwokerto. Analisis spasial diperlukan untuk mengidentifikasi distribusi dan pengelompokan (*clustering*) kasus DBD serta karakteristik lingkungannya. Metode: Studi deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan spasial untuk menganalisis 236 kasus DBD yang tercatat di wilayah Purwokerto pada tahun 2024. Data mengenai usia, jenis kelamin, kepadatan penduduk, penggunaan lahan, indeks bebas jentik, tempat umum, dan jarak ke fasilitas kesehatan dianalisis menggunakan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Distribusi spasial dianalisis menggunakan metode *overlay* dan *buffering*, sedangkan pengelompokan ruang-waktu (*space-time clustering*) diidentifikasi menggunakan SaTScan. Hasil: Kasus DBD tersebar di seluruh wilayah Purwokerto, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Purwokerto Selatan (92 kasus; 39,0%). Sebagian besar kasus terjadi pada individu berusia 19–59 tahun (41,5%) dan laki-laki (51,3%). Seluruh kasus berlokasi di area dengan kepadatan penduduk tinggi dan penggunaan lahan yang didominasi oleh permukiman. Kasus ditemukan di wilayah dengan nilai indeks bebas jentik ≥95% maupun <95%. Sebanyak 138 kasus (58,5%) berlokasi dalam radius 100 meter dari tempat umum, sementara 143 kasus (60,6%) berada dalam radius 300 meter dari fasilitas kesehatan. Analisis ruang-waktu mengidentifikasi satu klaster utama dan lima klaster sekunder, dengan klaster utama terjadi di Purwokerto Selatan selama periode Februari–Maret 2024 (p=0,037). Kesimpulan: Kasus DBD di Purwokerto menunjukkan distribusi spasial yang mengelompok dan sebagian besar berlokasi di kawasan permukiman padat penduduk. Analisis spasial dapat mendukung identifikasi wilayah prioritas untuk surveilans DBD dan pengendalian vektor. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a public health problem in Indonesia, with environmental and population characteristics influencing its spatial distribution. Banyumas Regency experienced a substantial increase in DHF incidence in 2024, particularly in the Purwokerto area. Spatial analysis is needed to identify the distribution and clustering of DHF cases and their environmental characteristics. Methods: This quantitative descriptive study used a spatial approach to analyze 236 DHF cases recorded in the Purwokerto area in 2024. Data on age, sex, population density, land use, larval-free index, public places, and distance to health facilities were analyzed using Geographic Information System (GIS) techniques. Spatial distribution was analyzed using overlay and buffering methods, while space-time clustering was identified using SaTScan. Results: DHF cases were distributed across all areas of Purwokerto, with the highest number found in South Purwokerto (92 cases; 39.0%). Most cases occurred among individuals aged 19–59 years (41.5%) and males (51.3%). All cases were located in areas with high population density and predominantly residential land use. Cases were found in areas with both larval-free index values ≥95% and <95%. A total of 138 cases (58.5%) were located within 100 meters of public places, while 143 cases (60.6%) were within 300 meters of health facilities. Space-time analysis identified one primary cluster and five secondary clusters, with the primary cluster occurring in South Purwokerto during February–March 2024 (p=0.037). Conclusion: DHF cases in Purwokerto showed a clustered spatial distribution and were predominantly located in densely populated residential areas. Spatial analysis can support the identification of priority areas for DHF surveillance and vector control. |
| Kata kunci | DBD, Spasial, Clustering, Lingkungan |
| Pembimbing 1 | Devi Octaviana, S.Si., M.Kes |
| Pembimbing 2 | Rosita Dwi Jayanti, S.K.M., M.P.H |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2026-08-12 11:11:48.654253 |