Artikel Ilmiah : A1F022099 a.n. RAFLY RAKA ANDANA
| NIM | A1F022099 |
|---|---|
| Namamhs | RAFLY RAKA ANDANA |
| Judul Artikel | Hubungan Antara Karakteristik Sensori Menu dengan Tingkat Konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi anak usia sekolah melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Namun, implementasi program masih menghadapi permasalahan tingginya plate waste sebesar 25–30% yang mengindikasikan rendahnya penerimaan menu oleh siswa. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan tingkat konsumsi tersebut adalah karakteristik sensori makanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik sensori dan tingkat konsumsi setiap komponen menu MBG, menganalisis hubungan karakteristik sensori dengan tingkat konsumsi, serta menganalisis pengaruh atribut sensori terhadap kategori tingkat konsumsi pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Mei 2026 di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mewakili wilayah perkotaan, pinggir kota, dan perdesaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan 72 siswa kelas 4–6 sekolah dasar sebagai responden dengan desain repeated measures selama tujuh hari mengikuti siklus menu MBG. Karakteristik sensori diukur menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA) yang mencakup dimensi rasa, tekstur, aroma, warna, dan penampilan, sedangkan tingkat konsumsi diukur menggunakan metode aggregate plate waste. Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji Korelasi Spearman dan Regresi Logistik Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi menu MBG bervariasi antar komponen menu, dengan tingkat konsumsi buah paling tinggi dan sayur paling rendah selama periode penelitian. Hubungan yang signifikan antara karakteristik sensori dan tingkat konsumsi hanya ditemukan pada lauk hewani (atribut keras) dan lauk nabati (atribut lembut), sedangkan komponen nasi, sayur, dan buah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil Regresi Logistik Ordinal menunjukkan bahwa keberadaan atribut keras pada lauk hewani maupun atribut lembut pada lauk nabati belum terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap peluang siswa berada pada kategori tingkat konsumsi tinggi dibandingkan kategori tingkat konsumsi rendah. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi tekstur merupakan aspek sensori yang memiliki hubungan dengan tingkat konsumsi dan berpotensi menjadi pertimbangan dalam pengembangan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a strategic government initiative aimed at improving the nutritional status of school-aged children by providing nutritious meals at school. However, its implementation still faces the challenge of high plate waste (25–30%), indicating low acceptance of the meals served by students. One factor presumed to be associated with consumption level is the sensory characteristics of the menu. Therefore, this study aimed to identify the sensory characteristics and consumption levels of each MBG menu component, analyze the relationship between sensory characteristics and consumption levels, and evaluate the influence of sensory attributes on consumption level categories among elementary school students in Banyumas Regency. The study was conducted from December 2025 to May 2026 at three Nutrition Fulfillment Service Units (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi; SPPGs) representing urban, peri-urban, and rural areas in Banyumas Regency. A total of 72 students from grades 4–6 participated using a repeated-measures design over a seven-day MBG menu cycle. Sensory characteristics were evaluated using the Check-All-That-Apply (CATA) method covering taste, texture, aroma, color, and appearance, while consumption levels were measured using the aggregate plate waste method. Data were analyzed descriptively, followed by Spearman's correlation test and Ordinal Logistic Regression. The results showed that consumption levels varied across menu components, with fruit showing the highest consumption level and vegetables the lowest during the study period. Significant relationships between sensory characteristics and consumption levels were found only for animal-based side dishes (hard texture attribute) and plant-based side dishes (soft texture attribute), whereas rice, vegetables, and fruit showed no significant relationships. Ordinal Logistic Regression indicated that the presence of the hard texture attribute in animal-based side dishes and the soft texture attribute in plant-based side dishes was not proven to significantly increase the probability of students being in the high consumption category compared with the low consumption category. Overall, these findings indicate that the texture dimension is the sensory aspect most closely associated with consumption level and may therefore be considered in the development of menus for the Free Nutritious Meal Program (MBG). |
| Kata kunci | Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sensori, Tingkat Konsumsi, Check-All-That-Apply (CATA), Aggregate Plate Waste |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. V. Prihananto, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Mustaufik, S.P, M.P |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 120 |
| Tgl. Entri | 2026-08-11 21:12:07.15775 |