Artikel Ilmiah : F1B022049 a.n. NINA AMELINDA JASMINE

Kembali Update Delete

NIMF1B022049
NamamhsNINA AMELINDA JASMINE
Judul ArtikelCollaborative Governance dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Alam Jenggala
Abstrak (Bhs. Indonesia)Wisata Alam Jenggala di Desa Ketenger, Kabupaten Banyumas, merupakan destinasi wisata alam berbasis kawasan hutan negara yang dikelola secara kolaboratif oleh LMDH Gempita, KMP Mitra Jenggala Sejahtera, dan Pemerintah Desa Ketenger. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengelolaan Wisata Alam Jenggala berdasarkan lima dimensi Ansell & Gash (2008), yaitu starting conditions, institutional design, facilitative leadership, collaborative process, dan outcome. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan melalui purposive sampling dan accidental sampling, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi ditunjang modal sosial kuat dan legalitas SK Kulin KK, desain kelembagaan yang jelas, kepemimpinan partisipatif, proses kolaborasi yang transparan, serta capaian berupa terbukanya lapangan kerja bagi sekitar 60 warga, pertumbuhan UMKM, dan terjaganya fungsi konservasi. Diperlukan penguatan pengawasan, kapasitas sumber daya manusia, dan kemitraan lintas sektor untuk keberlanjutan tata kelola kolaboratif ke depan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Jenggala Nature Tourism in Ketenger Village, Banyumas Regency, is a nature-based tourism destination within a state forest area, managed collaboratively by LMDH Gempita, KMP Mitra Jenggala Sejahtera, and the Ketenger Village Government. This study analyzes the implementation of collaborative governance in managing Jenggala Nature Tourism based on the five dimensions proposed by Ansell and Gash (2008): starting conditions, institutional design, facilitative leadership, collaborative process, and outcome. This study employs a qualitative method with a case study approach. Informants were selected using purposive and accidental sampling, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation, analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (2014), and validated through source triangulation. The findings show that collaboration is supported by strong social capital and the legal certainty of the Kulin KK decree, a clear institutional design, participatory leadership, and a transparent collaborative process, resulting in employment for approximately 60 local residents, the growth of micro and small enterprises, and continued conservation of the area. Strengthening supervision, human resource capacity, and cross-sector partnerships is necessary to sustain collaborative governance going forward.
Kata kunciCollaborative Governance, Wisata Alam, Perhutanan Sosial, Kabupaten Banyumas
Pembimbing 1Sendy Noviko, S.Sos., MPA.
Pembimbing 2Dr. Hikmah Nuraini, S.Sos., MPA
Pembimbing 3Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag.
Tahun2026
Jumlah Halaman30
Tgl. Entri2026-08-11 16:20:00.082357
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.