Artikel Ilmiah : F1G009052 a.n. DEWI RATNA NINGSIH

Kembali Update Delete

NIMF1G009052
NamamhsDEWI RATNA NINGSIH
Judul ArtikelPELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN JENIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM WACANA HUMOR “SING LUCU”
DI TABLOID PANJEBAR SEMANGAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Jenis Tindak Tutur Ilokusi dalam Wacana Humor ‘Sing Lucu’ di Tabloid Panjebar Semangat”. Wacana humor “Sing Lucu” merupakan salah satu wacana humor verbal yang sudah ditranskripkan dalam bentuk tulisan berupa tebak – tebakan bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang pelanggaran prinsip kerja sama pada keempat maksim yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim hubungan, dan maksim cara, serta mengklasifikasikan jenis tindak tutur ilokusi dalam wacana humor “Sing Lucu” di tabloid Panjebar Semangat.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, dengan sumber data wacana tulis dalam wacana humor “Sing Lucu” di tabloid Panjebar Semangat. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap, dan teknik lanjutannya teknik catat. Data dianalisis dengan metode padan pragmatis dengan teknik dasar adalah teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutannya. Adapun dalam penyajian hasil analisis data ini digunakan metode informal.
Ditemukan pelanggaran terhadap empat maksim, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim hubungan, dan maksim cara. Keseluruhan pelanggaran prinsip kerja sama yang paling banyak terjadi pada wacana humor ini adalah pelanggaran maksim hubungan, selain itu juga terdapat pelanggaran dua maksim prinsip kerja sama dalam satu wacana humor. Pelanggaran maksim hubungan banyak dijumpai karena semakin tidak bersinambung antara penutur dan mitra tutur atau penutur dan topik yang dibicarakan akan membuat semakin lucu dan pembaca akan semakin terhibur karena ketidaksinambungan dalam sebuah tebak-tebakan adalah syarat atau sarana wacana humor. Berdasarkan penelitian ini, peneliti juga menemukan tiga jenis tindak ilokusi, yaitu tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur ilokusi ekspresif, dan tindak tutur ilokusi direktif. Tindak tutur ilokusi asertif meliputi tindak ilokusi menyatakan, melaporkan, menyebutkan, menunjukkan, mengakui, dan mengemukakan pendapat. Tindak tutur ilokusi ekspresif meliputi tindak ilokusi mengkritik dan menyalahkan. Tindak tutur ilokusi direktif meliputi tindak ilokusi memberikan nasihat, menyuruh dan menyarankan. Tindak tutur ilokusi asertif banyak ditemukan karena pada dasarnya tebak-tebakan mengikat penuturnya pada kebenaran atas apa yang dituturkan, yakni kebenaran dalam wacana humor dibuat menyimpang untuk menciptakan efek lucu. Sebagaimana halnya dengan tindak tutur ilokusi asertif, jenis tindak tutur lainnya juga terdapat di dalam tebak-tebakan dan dapat berfungsi sebagai penunjang pengungkapan humor.
Abtrak (Bhs. Inggris)The study is titled "Violation of Principles of Cooperation and type illocutionary Speech Acts in Humor Discourse “Sing Lucu” in Tabloid Panjebar Semangat. Humor discourse "Sing Lucu" is one of the discourse that has been transcribed verbal humor in writing a guessing - guess the Java language. This study aims to describe the violation of the principle of cooperation in the fourth maxim : maxim of quantity, maxim of quality, maxim of relevance, and the maxim of manner, As well as to classify illocutionary speech acts in humor discourse "Sing Lucu" in tabloid Panjebar Semangat.
This study includes a qualitative descriptive, with data sources a written discourse in humor discourse "Sing Lucu" in tabloid Panjebar Semangat. Data was collected using observation method with basic techniques of tapping techniques and continuing technique of written technique. Data were analyzed using a identity pragmatic method with the basic method is the classification method and comparative relation method as a the continuing technique. As for the presentation of results of data analysis used informal method.
There are found some violation of four maxims, they are maxim of quantity, maxim of quality, maxim of relevance, and maxim of manner. Overall violation of principle of cooperation the most common in this humor discourse is a violation of the maxim of relevance, but it also contained two violation of the maxim of principles of cooperation in one humor discourse. Violation of the maxim relevance mostly found because the more unsustainability between the speaker and the hearer or the speaker and the topic will make the situation more funny and the reader will be entertained because unsustainability in a guessing is a humor requirement or media of humor discourse. Based on this study, the researches also found three types of illocutionary acts, namely assertive illocutionary speech act, expressive illocutionary speech acts, and directive illocutionary speech acts. Assertive illocutionary speech act include states, report, mention, indicate, acknowledge and express opinions. Expressive illocutionary speech acts include acts illocutionary criticize and blame. Directive illocutionary speech act includes providing advice, told and advised. Assertive illocutionary speech act is found because it is basically a guessing binding of native speakers on the truth of what is spoken, there is truth in humor discourse made deviant to create humorous effects. As with assertive illocutary speech acts, the other types of speech act can be used in the guessing and it can support disclosure of humor.
Kata kunciKata kunci : wacana humor, pelanggaran prinsip kerja sama, tindak tutur ilokusi.
Pembimbing 1Drs. H. Subandi, M. Pd.
Pembimbing 2Ashari Hidayat, M. A.
Pembimbing 3Farida Nuryantiningsih, M. Hum.
Tahun2013
Jumlah Halaman190
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.