Artikel Ilmiah : F1A021092 a.n. MARIA TAFFI ASTRIDA PHILANA

Kembali Update Delete

NIMF1A021092
NamamhsMARIA TAFFI ASTRIDA PHILANA
Judul ArtikelEksistensi Profesi SPG (Sales Promotion Girl) Rokok Di Tengah Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Profesi SPG (Sales Promotion Girl) memiliki peran penting dalam strategi pemasaran. Namun, terdapat kerentanan tinggi terhadap kasus pelecehan seksual akibat ketimpangan gender dan stigma sosial yang masih melekat pada profesi ini. Melalui hasil pra-survey, data nasional, dan kasus aktual menunjukan pelecehan seksual merupakan hal yang cukup sering mereka alami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan eksistensi, motivasi, serta pemaknaan SPG dalam fenomena pelecehan seksual. Penelitian ini diharapkan dapat memberi konstribusi terhadap pengembangan kajian sosiologi gender, khususnya dalam memahami dinamika peran dan pengalaman perempuan di sektor kerja yang sering kali terpinggirkan dari wacana kesetaraan.
Eksistensi profesi SPG (Sales Promotion Girl) rokok di Kabupaten Banyumas masih cukup kuat dan berperan penting dalam strategi pemasaran perusahaan. SPG tidak hanya berfungsi sebagai tenaga penjual, tetapi juga sebagai representasi visual merek yang menuntut penampilan menarik dan kemampuan komunikasi yang baik. Selain itu, faktor ekonomi menjadi motivasi mereka untuk tetap bertahan, sementara pengalaman pelecehan seksual dimaknai sebagai risiko dari pekerjaan yang muncul akibat stigma negatif oleh masyarakat serta berbagai hambatan lainnya sehingga memengaruhi posisi sosial SPG sebagai pekerja perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana, dan Validasi data menggunakan metode triangulasi. Informan utama berjumlah enam orang yaitu SPG (Sales Promotion Girl) rokok dan informan pendukung berjumlah empat orang yaitu 2 orang MD (Marketing Direct) rokok dan 2 oknum masyarakat.
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian Sosiologi khususnya Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial. Dukungan yang baik dari perusahaan, pemerintah khususnya UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak), maupun masyarakat diharapkan dapat mewujudkan lingkungan kerja yang adil dan aman. Sementara, pihak SPG sendiri diharapkan dapat lebih memahami hak-haknya sebagai pekerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)The profession of Sales Promotion Girls (SPGs) plays an important role in marketing strategies. However, this profession is highly vulnerable to sexual harassment due to gender inequality and the persistent social stigma attached to SPGs. Findings from preliminary surveys, national data, and actual cases indicate that sexual harassment is a common experience among SPGs. The purpose of this study is to identify and explain the existence, motivations, and meanings attributed by Sales Pomotion Girl (SPGs) to the phenomenon of sexual harassment. This research is expected to contribute to the development of the sociology of gender, particularly in understanding the dynamics of women’s roles and experiences in the labor sector an area often marginalized in discourses on equality.
The existence of cigarette SPGs in Banyumas Regency remains significant and continues to play a crucial role in corporate marketing strategies. SPGs function not only as sales promoters but also as visual representatives of a brand, requiring an attractive appearance and strong communication skills. Economic factors serve as the primary motivation for them to remain in the profession, while experiences of sexual harassment are often perceived as occupational risks arising from negative societal stigma and various workplace challenges that influence their social position as female workers. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, while data validity was ensured through triangulation. The study involved six main informants, namely cigarette Sales Promotion Girls (SPGs), and four supporting informants, namely two cigarette Marketing Directors (MD) and two members of the public.
This study is expected to contribute to the development of Sociological studies, particularly in the fields of Gender Equality and Social Inclusion. Strong support from companies, the government especially the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA)—and society is essential in creating a fair and safe working environment. Meanwhile, SPGs are expected to develop a better understanding of their rights as workers.
Kata kunciEksistensi, Kesetaraan, Pelecehan Seksual
Pembimbing 1Niken Paramarti Dasuki
Pembimbing 2Mintarti
Pembimbing 3Joko Santoso
Tahun2026
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2026-08-11 15:27:49.869412
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.