Artikel Ilmiah : H1C022021 a.n. DESI AYUNING RAHMAWATI

Kembali Update Delete

NIMH1C022021
NamamhsDESI AYUNING RAHMAWATI
Judul ArtikelAnalisis Zona Gerakan Tanah Menggunakan Metode Spasial Deterministik Di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi
Abstrak (Bhs. Indonesia)Gerakan tanah merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi di
Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Kondisi topografi berupa
perbukitan, curah hujan tinggi, serta karakteristik tanah menyebabkan daerah ini
memiliki tingkat kerentanan gerakan tanah yang tinggi. Oleh karena itu,
diperlukan pemodelan kestabilan lereng yang mempertimbangkan pengaruh
infiltrasi hujan dan parameter geoteknik tanah untuk menggambarkan perubahan
kestabilan lereng secara lebih representatif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi geologi, mengidentifikasi faktor pengontrol kestabilan lereng,
serta memetakan zona kerentanan gerakan tanah menggunakan pendekatan
deterministik berbasis fisik dengan metode Transient Rainfall Infiltration and
Grid-Based Regional Slope-Stability (TRIGRS). Penelitian dilakukan melalui
pengambilan sampel tanah, pengujian sifat fisik dan mekanik tanah di
laboratorium, serta pemodelan menggunakan TRIGRS versi 1.0. Parameter yang
digunakan meliputi Digital Elevation Model (DEM), kemiringan lereng, arah
aliran, curah hujan, serta parameter geoteknik berupa berat isi tanah, kohesi
efektif, sudut geser dalam efektif, koefisien permeabilitas jenuh, dan difusivitas
hidrolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun oleh
Formasi Jampang, Anggota Cikarang Formasi Jampang, Formasi Bojonglopang,
Anggota Nyalindung, Formasi Nyalindung, Formasi Beser, serta endapan
permukaan berupa endapan aluvium dan breksi vulkanik. Berdasarkan klasifikasi
Unified Soil Classification System (USCS), jenis tanah didominasi oleh MH
dengan jenis tanah lain berupa ML dan SM. Hasil pemodelan menunjukkan
bahwa peningkatan intensitas dan durasi hujan menyebabkan penurunan nilai
faktor keamanan (FK). Luas zona kerentanan tinggi meningkat dari 0,2588 km²
pada kondisi awal menjadi 0,2613 km² pada intensitas hujan 100,28 mm/hari atau
mengalami peningkatan sebesar 0,0025 km² (±0,97%). Zona kerentanan tinggi
umumnya berkembang pada Formasi Jampang dengan kondisi morfologi
perbukitan dan kemiringan lereng curam. Faktor dominan yang memengaruhi
kestabilan lereng di daerah penelitian adalah curah hujan, kohesi tanah, dan
kemiringan lereng. Pendekatan TRIGRS mampu menggambarkan respons
perubahan kestabilan lereng akibat infiltrasi hujan dan mengidentifikasi wilayah
prioritas kerentanan gerakan tanah sebagai dasar mitigasi di Kecamatan
Nyalindung.
Abtrak (Bhs. Inggris)Landslides are one of the geological hazards that frequently occur in Nyalindung
District, Sukabumi Regency. The hilly topography, high rainfall intensity, and soil
characteristics contribute to the high landslide susceptibility of the area.
Therefore, slope stability modeling that considers the effects of rainfall infiltration
and geotechnical soil parameters is required to provide a more representative
assessment of slope stability changes. This study aims to determine the geological
conditions, identify the controlling factors of slope stability, and map landslide
susceptibility zones using a physically based deterministic approach with the
Transient Rainfall Infiltration and Grid-Based Regional Slope-Stability (TRIGRS)
method. The research was conducted through soil sampling, laboratory testing of
physical and mechanical soil properties, and modeling using TRIGRS version 1.0.
The parameters used include Digital Elevation Model (DEM), slope gradient,
flow direction, rainfall, and geotechnical parameters consisting of soil unit
weight, effective cohesion, effective internal friction angle, saturated hydraulic
conductivity, and hydraulic diffusivity. The results show that the study area is
composed of the Jampang Formation, Cikarang Member of the Jampang
Formation, Bojonglopang Formation, Nyalindung Member, Nyalindung
Formation, Beser Formation, and surface deposits consisting of alluvial deposits
and volcanic breccia. Based on the Unified Soil Classification System (USCS), the
soil types are dominated by MH, with other soil types including ML and SM. The
modeling results indicate that increasing rainfall intensity and duration causes a
decrease in the Factor of Safety (FS). The high susceptibility zone increased from
0.2588 km² under initial conditions to 0.2613 km² at a rainfall intensity of 100.28
mm/day, representing an increase of 0.0025 km² (approximately 0.97%). High
susceptibility zones are generally distributed within the Jampang Formation,
characterized by hilly morphology and steep slopes. The dominant factors
controlling slope stability in the study area are rainfall, soil cohesion, and slope
gradient. The TRIGRS approach is capable of describing changes in slope
stability responses due to rainfall infiltration and identifying landslide mitigation
priority areas in Nyalindung District.
Kata kunciGerakan Tanah, Karakteristik Tanah, Kecamatan Nyalindung, Kestabilan Lereng, TRIGRS
Pembimbing 1Dr. Ir. Indra Permanajati, S.T., M.T.
Pembimbing 2Khori Sugianti, S.T., M.T.
Pembimbing 3Egy Erzagian, S.T., M.Eng.
Tahun2026
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2026-08-11 14:25:41.675421
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.