Artikel Ilmiah : B1A022166 a.n. ALYA SANIA LAILI
| NIM | B1A022166 |
|---|---|
| Namamhs | ALYA SANIA LAILI |
| Judul Artikel | Upaya Meningkatkan Vigor Tunas Kentang (Solanum tuberosum L.) dengan Pemberian Sukrosa dan BAP Berbeda dalam Kultur in Vitro |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman penghasil umbi yang bersifat semusim dan termasuk dalam famili Solanaceae. Kentang banyak dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, peningkatan produksi kentang terkendala oleh ketersediaan bibit yang sangat terbatas dan berkualitas rendah. Salah satu pilihan dalam meningkatkan produksi adalah penyediaan bibit melalui teknik kultur in vitro. Keberhasilan kultur in vitro dipengaruhi oleh faktor media yang digunakan. Pembentukan tunas dapat dipacu dengan penggunaan 6-Benzylaminopurine (BAP) dan sukrosa untuk menghasilkan vigor tunas yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) menguji pengaruh interaksi antara sukrosa dan BAP pada pertumbuhan dan vigor tunas mikro kentang calon kultivar M2 dalam kultur in vitro; 2) menentukan konsentrasi sukrosa dan BAP yang terbaik untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan vigor tunas mikro kentang calon kultivar M2 dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah sukrosa dengan empat taraf konsentrasi (20, 30, 40, dan 50 g/L). Faktor kedua adalah BAP dengan empat taraf konsentrasi (0, 4, 9, dan 13 µM). Kombinasi kedua faktor menghasilkan 16 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali, sehingga total terdapat 48 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah konsentrasi sukrosa dan BAP. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan dan vigor tunas mikro kentang, dengan parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, panjang tunas, diameter tunas, jumlah daun, jumlah akar dan laju pertumbuhan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dan regresi dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi sukrosa dan BAP berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas baru, panjang tunas baru, dan jumlah daun kentang calon kultivar M2 dalam kultur in vitro, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap LPR jumlah tunas, diameter tunas, LPR jumlah daun, dan jumlah akar. Secara terpisah, sukrosa berpengaruh terhadap panjang dan diameter tunas, sedangkan BAP berpengaruh terhadap panjang tunas, jumlah daun, LPR jumlah daun, dan jumlah akar. Kombinasi media tanpa BAP dengan sukrosa 40 g/L merupakan perlakuan yang paling direkomendasikan karena menghasilkan jumlah tunas mikro baru terbanyak. Meskipun demikian, parameter pertumbuhan lain, seperti panjang tunas, jumlah daun, diameter tunas, dan jumlah akar, menunjukkan respons optimum pada kombinasi atau konsentrasi perlakuan yang berbeda. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Potato (Solanum tuberosum L.) is an annual tuber-producing crop belonging to the family Solanaceae and is widely cultivated in Indonesia because of its high economic value. However, potato production is constrained by the limited availability and poor quality of planting material. One promising approach to overcoming this constraint is the production of planting material through in vitro culture. The success of in vitro culture is largely determined by the composition of the culture medium. In particular, shoot formation can be stimulated through the application of 6-benzylaminopurine (BAP) in combination with sucrose to promote vigorous microshoot development. Therefore, this study was conducted to (1) evaluate the interaction between sucrose and BAP on the growth and vigour of microshoots of the prospective M2 potato cultivar under in vitro culture conditions, and (2) determine the optimum concentrations of sucrose and BAP for promoting growth and improving microshoot vigour. The experiment was conducted using a completely randomised design (CRD) with a two-factor factorial arrangement. The first factor was sucrose concentration at four levels (20, 30, 40, and 50 g L⁻¹), while the second factor was BAP concentration at four levels (0, 4, 9, and 13 µM). The two factors generated 16 treatment combinations, each of which was replicated three times, giving a total of 48 experimental units. The experimental factors were sucrose and BAP concentrations, whereas the response variables were the growth and vigour of potato microshoots. The parameters evaluated included the number of new shoots, shoot length, shoot diameter, leaf number, root number, and the relative growth rate of shoots and leaves. The data were subjected to analysis of variance (ANOVA) at the 5% and 1% significance levels, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) and regression analysis at the 5% significance level. The results demonstrated that the interaction between sucrose and BAP significantly affected the number of new shoots, new shoot length, and leaf number of the prospective M2 potato cultivar under in vitro culture conditions, but had no significant effect on the relative growth rate of shoot production, shoot diameter, the relative growth rate of leaf production, or root number. Independently, sucrose significantly influenced shoot length and shoot diameter, whereas BAP significantly affected shoot length, leaf number, the relative growth rate of leaf production, and root number. The culture medium supplemented with 40 g L⁻¹ sucrose without BAP was identified as the most suitable treatment for microshoot multiplication, as it produced the highest number of new microshoots. However, other growth parameters, including shoot length, leaf number, shoot diameter, and root number, exhibited optimum responses under different treatment combinations or concentrations. |
| Kata kunci | Kata kunci: 6-Benzylaminopurine (BAP), kentang, kultur in vitro, sukrosa, vigor |
| Pembimbing 1 | Sugiyono, Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Meksy Dianawati, S.P., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 51 |
| Tgl. Entri | 2026-08-11 10:48:27.83571 |