Artikel Ilmiah : D1A022086 a.n. NAUFAL FEBRIAN HAFIZH

Kembali Update Delete

NIMD1A022086
NamamhsNAUFAL FEBRIAN HAFIZH
Judul ArtikelPENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM BRAHMA MENGGUNAKAN PENGENCER RINGER LAKTAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ayam Brahma merupakan ayam yang memiliki bobot badan besar dan postur tubuh tinggi tetapi dengan keunggulan tersebut, ayam Brahma kesulitan dalam melakukan perkawinan secara alami, maka dari itu diperlukan Inseminasi Buatan untuk perkembangbiakan yang lebih efektif. Faktor yang berperan dalam mempertahankan kualitas semen selama penyimpanan meliputi bahan pengencer yang digunakan dan kondisi penyimpanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan lama penyimpanan (1, 3, 5, 7 jam) terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa ayam Brahma yang diencerkan dengan larutan Ringer Laktat. Materi yang digunakan yaitu 3 ekor ayam Brahma jantan umur 1,5-2 tahun dan bobot rata-rata 2-2,5 kg dengan rataan volume sperma 0,19 ml/ejakulasi. Variabel yang diamati motilitas, viabilitas dan abnormalitas. Perlakuan terbagi jadi empat yaitu P₁ (1 jam), P₂ (3 jam), P₃ (5 Jam) dan P₄ (7Jam) dan 5 ulangan. Terjadi penurunan persentase motilitas setiap lama penyimpanan spermatozoa dari waktu simpan 1, 3, 5, dan 7 jam dengan jarak setiap 2 jam sekali, dengan rerata tertinggi di P₁ sebesar (83,00%) dan rerata terendah di P₄ sebesar (56,00%). Nilai rerata tertinggi viabilitas P₁ (89,12 ± 1,79) dan nilai rerata terendah P₄ (63,25 ± 7,23). Persentase nilai abnormlitas tertinggi P₄ (21.86 ± 2.81) dan terendah P₁ (9,39 ± 2.80). Disimpulkan bahwa lama penyimpanan dengan kualitas spermatozoa yang optimum diperoleh pada penyimpanan 3 jam.

Abtrak (Bhs. Inggris)
Brahma chickens are characterized by their large body mass and tall stature; however, these physical traits make natural mating difficult, necessitating artificial insemination for effective breeding. Factors influencing semen quality during storage include the type of diluent used and the storage conditions. This study aimed to determine the effect of different storage durations (1, 3, 5, and 7 hours) on the motility, viability, and abnormality of Brahma chicken spermatozoa diluted with Lactated Ringer's solution. The study utilized three male Brahma chickens (aged 1.5–2 years, weighing 2–2.5 kg, with an average semen volume of 0.19 ml/ejaculate). The observed variables were motility, viability, and abnormality. Treatments were divided into four groups—P₁ (1 hour), P₂ (3 hours), P₃ (5 hours), and P₄ (7 hours)—with five replicates each. A decline in the percentage of motility was observed as storage duration increased (from 1 to 7 hours at 2-hour intervals); the highest mean motility was recorded in P₁ (83.00%) and the lowest in P₄ (56.00%). The highest mean viability was found in P₁ (89.12 ± 1.79) and the lowest in P₄ (63.25 ± 7.23). The highest percentage of abnormality was observed in P₄ (21.86 ± 2.81) and the lowest in P₁ (9.39 ± 2.80). It is concluded that optimal spermatozoa quality is achieved with a storage duration of 3 hours.

Kata kunci Ayam Brahma, Motilitas, Abnormalitas, Viabilitas, Pengencer Ringer Laktat
Pembimbing 1Prof. Ir. Dadang Mulyadi Saleh, M.S., M.Agr.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng
Pembimbing 2drh. Lu’lu’ Sahara Wusahaningtyas, M.Sc
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2026-08-11 10:04:19.444688
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.