Artikel Ilmiah : L1C022066 a.n. JIHAN FADHILA SYAPUTRI

Kembali Update Delete

NIML1C022066
NamamhsJIHAN FADHILA SYAPUTRI
Judul ArtikelHUBUNGAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DAN MEGABENTOS DI PERAIRAN DESA BONDALEM, KAB. BULELENG, BALI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perairan Desa Bondalem merupakan bagian dari KKPD Buleleng yang dimanfaatkan untuk wisata bahari dan memiliki ekosistem terumbu karang penting. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase tutupan karang, kelimpahan ikan karang dan megabentos, serta menganalisis hubungan antara tutupan karang dengan kelimpahan kedua biota tersebut. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun, yaitu Gumi Cenik, Sasahan, dan Pura Bingin, menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Data tutupan karang dikumpulkan menggunakan Point Intercept Transect (PIT), ikan karang menggunakan Underwater Visual Census (UVC) - Belt Transect, dan megabentos menggunakan Benthos Belt Transect. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan korelasi Pearson setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan karang keras hidup berada pada kategori buruk hingga sedang, dengan nilai tertinggi di Sasahan (36,9%) dan terendah di Pura Bingin (13,8%). Kelimpahan ikan karang tertinggi ditemukan di Sasahan (0,165 ind/m²), sedangkan kelimpahan megabentos tertinggi ditemukan di Pura Bingin (0,011 ind/m²). Korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif sedang antara tutupan karang dengan kelimpahan ikan karang (r = 0,505; p = 0,663) dan hubungan negatif sangat kuat dengan kelimpahan megabentos (r = -0,861; p = 0,340). Kelimpahan biota asosiasi tidak hanya dipengaruhi oleh tutupan karang, tetapi juga oleh karakter substrat, sedimentasi, kompleksitas habitat, dan tekanan antropogenik.
Abtrak (Bhs. Inggris)The coastal waters of Bondalem Village are part of the Buleleng Regional Marine Conservation Area, which is used for marine tourism and supports coral reef ecosystems. This study aimed to determine coral cover, reef fish and megabenthos abundance, and their relationship. The study was conducted at three stations, namely Gumi Cenik, Sasahan, and Pura Bingin, using a survey method with purposive sampling. Coral cover was assessed using the Point Intercept Transect (PIT), reef fish using Underwater Visual Census (UVC) with Belt Transect, and megabenthos using Benthos Belt Transect. Descriptive analysis and Pearson correlation analysis were performed after the Shapiro–Wilk normality test. The results showed that live hard coral cover was classified as poor to moderate, with the highest value recorded at Sasahan (36,9%) and the lowest at Pura Bingin (13,8%). Reef fish abundance was highest at Sasahan (0,165 ind/m²), while megabenthos abundance was highest at Pura Bingin (0,011 ind/m²). Pearson correlation showed a moderate positive relationship between coral cover and reef fish abundance (r = 0,505; p = 0,663) and a very strong negative relationship with megabenthos abundance (r = -0,861; p = 0,340). Associated biota abundance was influenced by substrate characteristics, sedimentation, habitat complexity, and anthropogenic pressures.
Kata kunciBondalem, Ikan karang, Megabentos, Reef Check, Tutupan karang.
Pembimbing 1Dr. Ir. Rose Dewi, S.Kel., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Pembimbing 2Derta Purwita Dhine Prabuning, S.Kel., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman108
Tgl. Entri2026-08-11 01:14:35.484847
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.