Artikel Ilmiah : L1B022095 a.n. AGNA HOERUL HAKIM

Kembali Update Delete

NIML1B022095
NamamhsAGNA HOERUL HAKIM
Judul ArtikelMASKULINISASI LARVA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN LAMA WAKTU PERENDAMAN YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) jantan penting dalam budidaya karena memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan betina. Ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung xanthone yang berpotensi menghambat aromatase sehingga dapat digunakan sebagai bahan alami untuk maskulinisasi. Penelitian ini bertujuan menentukan lama perendaman ekstrak kulit manggis yang optimal dalam menghasilkan larva ikan nila jantan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol, 17α-metiltestosteron 6 mg/L selama 8 jam, serta ekstrak kulit manggis 40 mg/L selama 6, 8, dan 10 jam. Parameter yang diamati meliputi persentase kelamin jantan, kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan histologi gonad. Hasil penelitian menunjukkan persentase kelamin jantan sebesar 53,3%, 80,5%, dan 83,8% pada perendaman 6, 8, dan 10 jam. Analisis polinomial ortogonal menunjukkan waktu optimal secara estimasi sebesar 9,28 jam dengan persentase jantan 85,40%. Histologi menunjukkan perlakuan 10 jam memiliki jumlah sel spermatogenik tertinggi, yaitu 889 sel, dengan dominasi spermatid sebesar 53,5% dan spermatozoa sebesar 40,8%. Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perendaman 6 jam sebesar 85,5%. Dengan demikian, ekstrak kulit manggis 40 mg/L selama 10 jam merupakan perlakuan aktual terbaik untuk maskulinisasi larva ikan nila dan menghasilkan perkembangan sel spermatogenik tahap lanjut pada pengamatan histologi gonad.
Abtrak (Bhs. Inggris)Male Nile tilapia (Oreochromis niloticus) production is important in aquaculture because males exhibit faster growth than females. Mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) contains xanthones, which have potential to inhibit aromatase and may therefore serve as a masculinizing agent. This study aimed to determine the optimal immersion duration of mangosteen peel extract for producing Nile tilapia larvae. A Completely Randomized Design with five treatments and three replicates was used, consisting of a control, 17α-methyltestosterone at 6 mg/L for 8 hours, and mangosteen peel extract at 40 mg/L for 6, 8, and 10 hours. The parameters included male sex percentage, survival rate, growth, and gonadal histology. The results showed male percentages of 53.3%, 80.5%, and 83.8% after 6, 8, and 10 hours of immersion. Orthogonal polynomial analysis estimated optimal duration at 9.28 hours, with an estimated male percentage of 85.40%. Histological analysis showed that the 10-hour treatment had the most spermatogenic cells, totaling 889 cells, with spermatids at 53.5% and spermatozoa at 40.8%. The highest survival rate was obtained after 6 hours of immersion (85.5%). Thus, 40 mg/L mangosteen peel extract for 10 hours was the best treatment for masculinizing Nile tilapia larvae.
Kata kunciKata kunci: Ikan nila; ekstrak kulit manggis; xanthone; maskulinisasi; histologi gonad. Keywords: Nile tilapia; mangosteen peel extract; xanthones; masculinization; gonadal histology.
Pembimbing 1Dr. Taufik Budhi Pramono, S. Pi., M. Si
Pembimbing 2Hanisya Putri K. M, S. Kel., M. P
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman68
Tgl. Entri2026-08-10 19:32:41.639884
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.