| NIM | F1A019078 |
| Namamhs | VERI ARMA YOGA |
| Judul Artikel | Analisis Framing Pemberitaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Pondok Pesantren Lampung Pada Detik.com dan Kompas.com |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kasus kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan pondok pesantren menjadi persoalan sosial yang memperoleh perhatian luas karena melibatkan lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini dipandang sebagai ruang pembentukan moral dan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Detik.com dan Kompas.com membingkai pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual terhadap anak di pondok pesantren di Provinsi Lampung. Dalam hal ini, media massa tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga mengonstruksi realitas melalui proses pembingkaian (framing) sehingga mampu memengaruhi cara masyarakat memahami suatu peristiwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang meliputi pendefinisian masalah, penyebab masalah, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data penelitian berupa enam berita yang diterbitkan Detik.com dan Kompas.com selama periode 2023–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media sama-sama membingkai kekerasan seksual sebagai tindak pidana serius yang memerlukan penegakan hukum. Akan tetapi, terdapat perbedaan orientasi pemberitaan. Detik.com lebih menonjolkan kronologi peristiwa, perkembangan proses hukum, dan tindakan aparat penegak hukum sehingga membentuk event-oriented framing. Sebaliknya, Kompas.com lebih menekankan aspek perlindungan anak, penyalahgunaan relasi kuasa, tanggung jawab moral lembaga pendidikan, serta pemenuhan hak-hak korban sehingga membentuk value-oriented framing. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa karakteristik media berpengaruh terhadap konstruksi realitas yang diterima masyarakat mengenai isu kekerasan seksual terhadap anak.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Cases of child sexual abuse in Islamic boarding schools have become a major social concern because they occur within religious educational institutions that are widely perceived as centers of moral education. This study aims to analyze how Detik.com and Kompas.com frame news concerning child sexual abuse cases in Islamic boarding schools in Lampung Province. In this context, online media not only disseminate information but also construct social reality through framing, thereby shaping public understanding of the issue. A descriptive qualitative approach was employed using Robert N. Entman's framing analysis, consisting of problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The research data consist of six news articles published by Detik.com and Kompas.com between 2023 and 2026. The findings indicate that both media portray child sexual abuse as a serious criminal offense requiring firm legal enforcement. However, each media outlet emphasizes different aspects. Detik.com primarily focuses on the chronology of events, legal proceedings, and law enforcement actions, resulting in an event-oriented framing. Meanwhile, Kompas.com highlights child protection, abuse of power, the moral responsibility of Islamic boarding schools, and the fulfillment of victims' rights, reflecting a value-oriented framing. These differences demonstrate that media characteristics significantly influence the construction of public understanding regarding child sexual abuse in Islamic boarding schools. |
| Kata kunci | Analisis framing, kekerasan seksual terhadap anak, media daring, pondok pesantren, Robert N. Entman. |
| Pembimbing 1 | Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Soetji Lestari, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. Masrukin, M.Si. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2026-08-09 15:55:53.353858 |
|---|