| NIM | L1C022054 |
| Namamhs | MUTIARA MADASAT PUTRI IBRAHIM |
| Judul Artikel | Analisis Kondisi Kesehatan Lamun di Perairan Karang Tengah, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mendukung produktivitas perairan. Namun, infomasi mengenai kondisi padang lamun di Perairan Karang Tengah, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, komposisi, distribusi, kerapatan, persentase tutupan, dan kondisi kesehatan lamun di perairan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2026 menggunakan metode survei lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada tiga stasiun pengamatan menggunakan metode transek kuadrat. Analisis data meliputi komposisi jenis, pola distribusi berdasarkan Indeks Morisita, kerapatan, persentase tutupan, dan kondisi kesehatan lamun berdasarkan pedoman Rahmawati et al. (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga spesies lamun, yaitu Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, dan Halodule pinifolia. Thalassia hemprichii memiliki komposisi jenis tertinggi pada seluruh stasiun penelitian, sedangkan Halophila ovalis dan Halodule pinifolia ditemukan dengan komposisi yang lebih rendah. Ketiga spesies menunjukkan pola distribusi mengelompok. Nilai kerapatan lamun tertinggi ditemukan pada T. hemprichii di Stasiun 1, sedangkan persentase tutupan menunjukkan kategori baik pada Stasiun 1 dan Stasiun 3 serta kategori sedang pada Stasiun 2. Penilaian kesehatan lamun menunjukkan bahwa seluruh stasiun termasuk dalam kategori sedang atau kurang sehat. Secara keseluruhan, padang lamun di Perairan Karang Tengah masih memiliki kondisi yang cukup baik untuk mendukung fungsi ekologisnya, namun diperlukan upaya pengelolaan dan pemantauan secara berkelanjutan dalam mendukung pelestarian ekosistem lamun. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Seagrass ecosystems are one of the coastal ecosystems that play an important role in maintaining ecological balance and supporting the productivity of coastal waters. However, information regarding the condition of seagrass beds in Karang Tengah Waters, Nusakambangan Island, Cilacap Regency, remains limited. This study aimed to analyze seagrass species, species composition, distribution pattern, density, percentage cover, and health status in the study area. The research was conducted in June 2026 using a field survey with a quantitative descriptive approach. Data were collected from three observation stations using the quadrat transect method. Data analysis included species composition, distribution pattern based on Morisita's Index, seagrass density, percentage cover, and seagrass health status based on the guidelines of Rahmawati et al. (2017). The results showed that three seagrass species were identified, namely Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. Thalassia hemprichii had the highest species composition at all observation stations, while Halophila ovalis and Halodule pinifolia were found in lower proportions. All three species exhibited a clumped distribution pattern. The highest seagrass density was recorded for T. hemprichii at Station 1, whereas seagrass cover was categorized as good at Stations 1 and 3 and moderate at Station 2. The assessment of seagrass health indicated that all stations were classified as moderate or less healthy. Overall, the seagrass beds in Karang Tengah Waters were in a sufficiently good condition to support their ecological functions; however, continuous management and monitoring efforts are required to support the conservation of the seagrass ecosystem. |
| Kata kunci | Lamun, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Halodule pinifolia, kesehatann lamun, Pulau Nusakambangan |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Tjahjo Winanto, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Hartoyo, S.Pi., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 64 |
| Tgl. Entri | 2026-08-09 15:06:52.369365 |
|---|