Artikel Ilmiah : B1A022062 a.n. ASTRIDA NUR FATONAH
| NIM | B1A022062 |
|---|---|
| Namamhs | ASTRIDA NUR FATONAH |
| Judul Artikel | Etnobotani Tumbuhan Obat untuk Pemulihan Ibu Pasca Persalinan pada Masyarakat Adat Bonokeling di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Komunitas Masyarakat Adat Bonokeling merupakan kelompok masyarakat tradisional terbesar di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas dengan sekitar 70% penduduk sebagai pengikutnya dan kini telah tersebar hingga wilayah Cilacap bagian selatan. Masyarakat Adat Bonokeling memiliki tradisi kuat dalam memanfaatkan tumbuhan obat, termasuk pada perawatan ibu pasca persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan obat serta bentuk pemanfaatannya dalam praktik pemulihan pasca persalinan pada Masyarakat Adat Bonokeling di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan di desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap pada bulan April sampai dengan Juni 2026. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei menggunakan teknik snowball sampling yang meliputi observasi di lapangan, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta pengambilan sampel tumbuhan. Responden utama adalah tokoh masyarakat Bonokeling dan dukun bayi. Identifikasi tumbuhan dilakukan berdasarkan karakter morfologi, wawancara, serta merujuk pada literatur yang relevan. Analisis data mencakup analisis deskriptif kualitatif serta analisis deskriptif kuantitatif menggunakan indeks nilai guna (UVs), nilai bagian tumbuhan (PPV), dan tingkat kepercayaan (FL). Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran mengenai spesies tumbuhan yang digunakan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, serta cara pemakaiannya, sekaligus mendukung pelestarian pengetahuan etnobotani masyarakat Bonokeling. Hasil penelitian didapatkan 40 spesies dan 1 takson tumbuhan yang teridentifikasi hingga tingkat genus, dikelompokan dalam 21 famili dan dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat untuk pemulihan pasca persalinan oleh Masyarakat Adat Bonokeling di Desa Adiraja. Tumbuhan obat ini diolah menjadi berbagai ramuan tradisional seperti uyup-uyup, kunir asem, beras kencur, empon-empon, galian singset, pilis, wedak, basuhan sirih, pupuh, dan beningan. Metode pengolahan yang paling banyak dilakukan adalah direbus, sedangkan metode pemanfaatannya dilakukan dengan cara diminum. Masyarakat umumnya memperoleh tumbuhan obat untuk pemulihan pasca persalinan melalui budidaya. Tumbuhan kunyit (Curcuma longa L.) memiliki nilai guna tertinggi 4,1. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah rimpang dan tingkat kepercayaan (Fidelity Level) tertinggi mencapai 100%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Bonokeling Indigenous Community is the largest traditional community in Pekuncen Village, Jatilawang District, Banyumas Regency, with approximately 70% of the village population adhering to its traditions. The community has since expanded to the southern part of Cilacap Regency. The Bonokeling people have a strong tradition in using medicinal plants, including for postpartum maternal care. This study aimed to identify the medicinal plant species and how they are used in postpartum recovery practices among the Bonokeling Indigenous Community in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency. This study was conducted in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency, from April to June 2026. A survey method with a snowball sampling technique was employed, involving field observations, semi-structured interviews, documentation, and plant specimen collection. The main respondents were community figures from Bonokeling and traditional birth attendants. Plant identification was carried out based on morphological characteristics, interview data, and relevant botanical literature. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive approaches. Quantitative analysis included the Use Value Index (UVs), Plant Part Value (PPV), and Fidelity Level (FL). These findings provide comprehensive information on the medicinal plant species used for postpartum recovery, the plant parts utilized, and their methods of preparation and application. They also contribute to the preservation of the ethnobotanical knowledge of the Bonokeling Indigenous Community. The study documented 40 medicinal plant species and one plant taxon identified to the genus level, belonging to 21 families, that are utilized for postpartum recovery by the Bonokeling Indigenous Community in Adiraja Village. These medicinal plants are processed into various traditional herbal remedies, including uyup-uyup, kunir asem, beras kencur, empon-empon, galian singset, pilis, wedak, basuhan sirih, pupuh, and beningan. The most common processing method is boiling, and the medicinal plants are most commonly consumed by drinking. Most medicinal plant species are obtained through cultivation. Curcuma longa L. (turmeric) exhibited the highest Use Value Index (UVs) of 4.1. The rhizome was the most frequently utilized plant part, and the highest Fidelity Level (FL) reached 100%. |
| Kata kunci | Adiraja, bonokeling, etnobotani, kesehatan ibu, masa nifas |
| Pembimbing 1 | Drs. Sukarsa, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Juwarno, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | (belum diset) |
| Tgl. Entri | 2026-08-09 12:40:19.661443 |