Artikel Ilmiah : K1A022073 a.n. ZAHRA NURFADILLA

Kembali Update Delete

NIMK1A022073
NamamhsZAHRA NURFADILLA
Judul ArtikelFormulasi Nanoemulsi Fraksi n-Heksana dari Ekstrak Metanol Daging Buah Ketapang (Terminalia catappa L.) serta Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri
Abstrak (Bhs. Indonesia)Daging buah ketapang (Terminalia catappa L.) mengandung senyawa yang aktif sebagai antibakteri dan dapat diformulasikan dalam nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi fraksi n-heksana ekstrak metanol daging buah ketapang terhadap bakteri S. aureus, memformulasikan ke dalam bentuk emulsi, mengkarakterisasikan emulsi dari fraksi tersebut, menentukan formula emulsi terbaik, membuat formulasi nanoemulsi dari emulsi terbaik, serta menguji aktivitas antibakterinya. Daging buah ketapang diekstraksi menggunakan metanol setelah itu difraksinasi menggunakan n-heksana. Formula emulsi dibuat dengan variasi konsentrasi fraksi n-heksana ekstrak metanol daging buah ketapang F0 (0%), F1 (0,3%), F2 (0,9%), F3 (1,5%) dan F4 (2,1%), minyak biji ketapang (3%), surfaktan tween 80 (18%) dan kosurfaktan PEG 400 (13,5%). Karakteristik formula emulsi meliputi organoleptis yang stabil selama masa penyimpanan, nilai pH (6,2-5,35), tipe emulsi oil in water, viskositas (21,65-12,35 mPa.s), stabilitas kinetik yang tidak terjadi perubahan, persen transmitan (91,9-80,8%) dan Freeze Thaw Cycle yang stabil tidak mengalami perubahan yang signifikan. Formula terbaik hasil dari karakterisasi adalah formula F4. Nanoemulsi dibuat dari formula F4 yang telah dipilih. Nanoemulsi F4 memiliki visual jernih dengan persen transmitan sebesar 95,5%, ukuran partikel <200 nm serta PDI <0,5. Hasil uji antibakteri dari fraksi, emulsi dan nanoemulsi memiliki rata rata zona hambat berturut turut sebesar 6,705; 4,8; dan 5,025 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)The pulp of the ketapang fruit (Terminalia catappa L.) contains active compounds with antibacterial potential and can be formulated into nanoemulsions. This study aims to determine the potential of the n-hexane fraction of the methanol extract of ketapang fruit pulp against S. aureus, formulate it into an emulsion, characterize the emulsion from that fraction, determine the best emulsion formula, create a nanoemulsion formulation from the best emulsion, and test its antibacterial activity. Ketapang fruit pulp was extracted using methanol and then fractionated using n-hexane. Emulsion formulations were prepared with varying concentrations of the n-hexane fraction of the methanol extract of ketapang fruit pulp: F0 (0%), F1 (0.3%), F2 (0.9%), F3 (1.5%), and F4 (2.1%). The emulsion composition consisted of ketapang seed oil (3%), Tween 80 surfactant (18%), and PEG 400 co-surfactant (13.5%). The characteristics of the emulsion formulations include stable organoleptic properties during storage, pH values (6.2-5.35), an oil-in-water emulsion type, viscosity (21.65-12.35 mPa.s), kinetic stability showing no changes, transmittance (91.9-80.8%), and stable freeze-thaw cycles with no significant changes. The best formula resulting from the characterization was formula F4. A Nanoemulsion was prepared from the selected F4 formula. F4 nanoemulsion has a clear appearance with a transmittance of 95.5%, a particle size of <200 nm, and a PDI of <0.5. The results of the antibacterial tests on the fractions, emulsions, and nanoemulsions showed average inhibition zones of 6.705, 4.8, and 5.025 mm, respectively.
Kata kunciAntibakteri, daging buah ketapang, fraksinasi, nanoemulsi
Pembimbing 1Moch. Chasani, S.Si., M.Si
Pembimbing 2Dr. Undri Rastuti, S.Si., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman118
Tgl. Entri2026-08-06 23:02:22.316543
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.