Artikel Ilmiah : B1A022171 a.n. NABILA RINI NURROHMAH
| NIM | B1A022171 |
|---|---|
| Namamhs | NABILA RINI NURROHMAH |
| Judul Artikel | Optimasi Pembentukan Kalus Padi Varietas Unsoed Parimas dengan Penggunaan Jenis dan Konsentrasi Auksin Berbeda. |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia sehingga peningkatan produktivitasnya penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Varietas Unsoed Parimas memiliki potensi hasil tinggi, berumur genjah, serta toleran terhadap kekeringan dan penyakit, sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Teknik kultur in vitro, khususnya induksi kalus, diperlukan untuk mendukung program pemuliaan padi secara lebih efektif. Keberhasilan induksi kalus sangat dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi auksin dalam media kultur. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara jenis dan konsentrasi auksin serta menentukan jenis dan konsentrasi auksin terbaik untuk memacu pertumbuhan kalus padi Unsoed Parimas dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan petak terpisah (split-plot design). Petak utama (main plot) adalah jenis auksin yang terdiri atas 2,4-D dan NAA. Sebagai anak petak (sub-plot), konsentrasi dengan 5 taraf, yaitu 0, 5, 10, 15 dan 20 µM. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 50 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah jenis dan konsentrasi auksin.Variabel respons yang diamati yakni pembentukan dan multiplikasi kalus padi Unsoed Parimas. Parameter yang diukur mencakup waktu muncul kalus, persentase pembentukan kalus, diameter kalus induksi, diameter kalus multiplikasi, pertambahan diameter kalus multiplikasi dan tipe kalus. Data hasil penelitian dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan 1%, dan ditindaklanjuti dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test/DMRT) dan uji regresi pada taraf signifikansi 5% . Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi auksin mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan kalus padi varietas Unsoed Parimas secara in vitro. 2,4-D menghasilkan induksi dan multiplikasi yang lebih baik dibandingkan dengan NAA. Perlakuan terbaik untuk induksi dan multiplikasi kalus padi varietas Unsoed Parimas pada penelitian ini adalah 2,4-D pada konsentrasi 10 µM, yang menghasilkan diameter kalus multiplikasi dan pertambahan diameter kalus tertinggi dengan karakter pertumbuhan yang baik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Rice (Oryza sativa L.) is a major food crop in Indonesia, so increasing its productivity is essential for maintaining national food security. The Unsoed Parimas rice cultivar possesses several favourable agronomic characteristics, including high yield potential, early maturity, and tolerance to drought and diseases, making it a promising genetic resource for future breeding programmes. In vitro culture, particularly callus induction, plays a pivotal role in supporting modern rice improvement programmes. The success of callus induction is largely determined by the type and concentration of auxin incorporated into the culture medium. Therefore, this study was conducted to evaluate the interaction between auxin type and concentration and to identify the optimum auxin treatment for promoting callus growth of the Unsoed Parimas rice cultivar under in vitro conditions. The experiment was conducted using a completely randomised design (CRD) with a split-plot arrangement. The main plot comprised two auxin types (2,4-D and NAA), while the sub-plot consisted of five auxin concentrations (0, 5, 10, 15, and 20 µM). Each treatment combination was replicated five times, resulting in a total of 50 experimental units. The experimental factors were auxin type and concentration, whereas the response variables were callus induction and multiplication. The parameters evaluated included the time to callus initiation, percentage of callus formation, callus diameter during the induction stage, callus diameter during the multiplication stage, increase in callus diameter during multiplication, and callus type. The data were subjected to analysis of variance (ANOVA) at the 5% and 1% significance levels. Significant differences among treatments were further analysed using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) and regression analysis at the 5% significance level. The results of this study demonstrated that both auxin type and concentration significantly affected callus induction and growth of the Unsoed Parimas rice cultivar under in vitro culture conditions. Compared with NAA, 2,4-D was more effective in promoting both callus induction and multiplication. The optimum treatment for callus induction and multiplication was 10 µM 2,4-D, which produced the largest callus diameter during the multiplication stage and the greatest increase in callus diameter, while also exhibiting favourable growth characteristics. |
| Kata kunci | 2,4-D, induksi kalus, kultur in vitro, multiplikasi kalus, Unsoed Parimas |
| Pembimbing 1 | Sugiyono, Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Riska Desi Aryani, S.Si., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 67 |
| Tgl. Entri | 2026-08-05 10:41:41.437378 |