Artikel Ilmiah : C2C024034 a.n. TRI BAYU PAMUJI

Kembali Update Delete

NIMC2C024034
NamamhsTRI BAYU PAMUJI
Judul ArtikelPENGARUH NILAI YANG DIRASAKAN DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DAN INTENSITAS PERSAINGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini merupakan penelitian survei kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pelanggan pada kawasan industri. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Nilai yang Dirasakan dan Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan dengan Kepuasan Konsumen sebagai Variabel Mediasi dan Intensitas Persaingan sebagai Variabel Moderasi.” Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh nilai yang dirasakan dan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan, baik secara langsung maupun melalui kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi, serta menguji peran intensitas persaingan dalam memoderasi hubungan antara variabel-variabel tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenant yang beroperasi pada kawasan industri di Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung, hubungan tidak langsung (mediasi), dan efek moderasi antarvariabel.

Berdasarkan hasil analisis menggunakan SEM-PLS diperoleh temuan bahwa: (1) nilai yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, (2) kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, (3) nilai yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, (4) kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, (5) kepuasan konsumen tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, (6) kepuasan konsumen tidak mampu memediasi hubungan antara nilai yang dirasakan dan loyalitas pelanggan, (7) kepuasan konsumen tidak mampu memediasi hubungan antara kualitas layanan dan loyalitas pelanggan, (8) intensitas persaingan memoderasi hubungan antara nilai yang dirasakan dan loyalitas pelanggan, (9) intensitas persaingan memoderasi hubungan antara kualitas layanan dan loyalitas pelanggan, serta (10) intensitas persaingan tidak memoderasi hubungan antara kepuasan konsumen dan loyalitas pelanggan.

Implikasi penelitian menunjukkan bahwa loyalitas tenant kawasan industri lebih banyak dipengaruhi secara langsung oleh nilai yang dirasakan dan kualitas layanan dibandingkan oleh kepuasan konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks hubungan Business-to-Business (B2B), loyalitas tenant lebih didasarkan pada pertimbangan manfaat ekonomi, kualitas layanan, efisiensi operasional, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan hubungan bisnis daripada tingkat kepuasan semata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa intensitas persaingan memperkuat pengaruh nilai yang dirasakan dan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan, tetapi tidak memperkuat hubungan antara kepuasan konsumen dan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan Relationship Marketing Theory dalam konteks kawasan industri serta menjadi dasar bagi pengelola kawasan industri dalam menyusun strategi peningkatan nilai yang dirasakan, kualitas layanan, dan ease of doing business untuk mempertahankan loyalitas tenant.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study employed a quantitative survey approach to examine the factors influencing customer loyalty in industrial estates. The research, entitled "The Influence of Perceived Value and Service Quality on Customer Loyalty: The Mediating Role of Customer Satisfaction and the Moderating Role of Competitive Intensity," aims to investigate the direct effects of perceived value and service quality on customer loyalty, the mediating role of customer satisfaction, and the moderating role of competitive intensity in the relationships among these variables.

A quantitative cross-sectional survey design was adopted. The study population comprised tenants operating in industrial estates across Central Java, Indonesia. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) to examine direct, indirect (mediating), and moderating relationships among the research variables.

The findings reveal that (1) perceived value has a positive and significant effect on customer loyalty, (2) service quality has a positive and significant effect on customer loyalty, (3) perceived value has a positive and significant effect on customer satisfaction, (4) service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction, (5) customer satisfaction has no significant effect on customer loyalty, (6) customer satisfaction does not mediate the relationship between perceived value and customer loyalty, (7) customer satisfaction does not mediate the relationship between service quality and customer loyalty, (8) competitive intensity significantly moderates the relationship between perceived value and customer loyalty, (9) competitive intensity significantly moderates the relationship between service quality and customer loyalty, and (10) competitive intensity does not moderate the relationship between customer satisfaction and customer loyalty.

The findings indicate that tenant loyalty in industrial estates is driven more directly by perceived value and service quality than by customer satisfaction. In a business-to-business (B2B) context, tenant loyalty is primarily shaped by rational considerations, including economic benefits, service quality, operational efficiency, infrastructure quality, and the sustainability of long-term business relationships rather than customer satisfaction alone. Furthermore, competitive intensity strengthens the effects of perceived value and service quality on customer loyalty but does not strengthen the relationship between customer satisfaction and customer loyalty. These findings extend Relationship Marketing Theory within the industrial estate context and provide practical guidance for industrial estate managers to enhance perceived value, improve service quality, and promote ease of doing business as strategic initiatives to strengthen long-term tenant loyalty.
Kata kunciNilai yang Dirasakan, Kualitas Layanan, Kepuasan Konsumen, Intensitas Persaingan, Loyalitas Pelanggan, Relationship Marketing Theory, Kawasan Industri
Pembimbing 1Prof. Dr. Agus Suroso, MS15
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2026-08-05 10:11:25.648383
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.