| NIM | K1C021009 |
| Namamhs | RISKA HIDAYAH |
| Judul Artikel | PEMODELAN 3D STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN CEKUNGAN BENTARSARI KABUPATEN BREBES BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI GGMPLUS
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Batubara menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik di Indonesia. Wilayah di Pulau Jawa yang memiliki potensi batubara adalah Cekungan Bentarsari yang terletak di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dan batuan yang mengandung batubara pada Cekungan Bentarsari melalui pemodelan 3D dengan menggunakan data anomali gravitasi GGMplus. Data anomali gravitasi GGMplus memiliki resolusi spasial ~200 m. Data anomali gravitasi diperoleh dengan mengakses laman GGMplus yang terdiri dari data gravitasi disturbance dan data topografi. Pengolahan data anomali gravitasi diawali dengan koreksi Bouguer dan koreksi medan sehingga diperoleh anomali Bouguer lengkap. Reduksi ke bidang datar dengan metode Dampney pada ketinggian 514 m. Pengangkatan ke atas pada ketinggian 4.000 m menghasilkan nilai anomali residual yang digunakan untuk interpretasi. Nilai anomali gravitasi residual wilayah Cekungaan Bentarsari berada pada rentang -12 mGal – 16 mGal. Nilai anomali gravitasi residual digunakan untuk pemodelan inversi 3D memanfaatkan software Grablox 1.6d sehingga diperoleh model struktur bawah permukaan Cekungan Bentarsari dengan densitas berkisar antara 1,70 g/cm3 – 3,30 g/cm3. Berdasarkan hasil pemodelan inversi 3D yang dikorelasikan dengan Peta Geologi Lembar Majenang diperoleh struktur geologi bawah permukaan Cekungan Bentarsari yang tersusun atas empat formasi batuan yaitu Formasi Kumbang (2,85 g/cm³ – 3,30 g/cm³) sebagai batuan dasar yang terdiri atas breksi gunung api, andesit, dan basal; Formasi Tapak (2,55 g/cm³ – 2,75 g/cm³) yang tersusun atas batupasir kasar, batupasir gampingan, dan sisipan napal; Formasi Kalibiuk (2,10 g/cm³ – 2,55 g/cm³) yang didominasi oleh batulempung dan napal; serta Formasi Kaliglagah (2,55 g/cm³ – 2,70 g/cm³) yang tersusun atas batupasir kasar dan konglomerat. Batuan yang diinterpretasikan mengandung batubara pada Cekungan Bentarsari adalah batupasir pada Formasi Kaliglagah yang memperlihatkan struktur silang-siur dan mengandung sisipan tipis batubara muda (lignit). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Coal serves as the primary energy source to meet domestic electricity demand in Indonesia. A region on Java Island with coal potential is the Bentarsari Basin, located in Salem District, Brebes Regency. The objective of this study is to identify the subsurface structures and coal-bearing rock formations in the Bentarsari Basin through 3D modeling using GGMplus gravity anomaly data. The GGMplus gravity anomaly data has a spatial resolution of ~200 m and was obtained from the GGMplus website, consisting of gravity disturbance data and topographic data. Data processing began with Bouguer and terrain corrections to obtain the complete Bouguer anomaly. Reduction to a flat surface was performed using Dampney's method at an elevation of 514 m, followed by upward continuation to an elevation of 4,000 m to yield residual anomaly values used for interpretation. The residual gravity anomaly values in the Bentarsari Basin range from -12 mGal to 16 mGal. These residual values were utilized for 3D inversion modeling using Grablox 1.6d software, generating a subsurface structural model of the Bentarsari Basin with densities ranging between 1.70 g/cm³ and 3.30 g/cm³. Based on the 3D inversion results correlated with the Geological Map of the Majenang Sheet, the subsurface geological structure of the Bentarsari Basin comprises four rock formations: the Kumbang Formation (2.85 g/cm³ – 3.30 g/cm³) as the basement rock consisting of volcanic breccia, andesite, and basalt; the Tapak Formation (2.55 g/cm³ – 2.75 g/cm³) composed of coarse sandstone, calcareous sandstone, and marl intercalations; the Kalibiuk Formation (2.10 g/cm³ – 2.55 g/cm³) dominated by claystone and marl; and the Kaliglagah Formation (2.55 g/cm³ – 2.70 g/cm³) composed of coarse sandstone and conglomerate. The rock interpreted to be coal-bearing in the Bentarsari Basin is the sandstone within the Kaliglagah Formation, which exhibits cross-bedding structures and contains thin intercalations of lignite (brown coal). |
| Kata kunci | batubara, cekungan bentarsari, anomali gravitasi |
| Pembimbing 1 | Sugito, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Ika Maulita, S.Pd., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 75 |
| Tgl. Entri | 2026-08-04 07:19:49.269759 |
|---|