Artikel Ilmiah : L1C021036 a.n. KAYLA YASMINE IRENIZA

Kembali Update Delete

NIML1C021036
NamamhsKAYLA YASMINE IRENIZA
Judul ArtikelANALISIS POTENSI GENANGAN TSUNAMI DAN PENENTUAN JALUR EVAKUASI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Pandeglang merupakan wilayah pesisir dengan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap ancaman bencana tsunami akibat posisinya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi dan aktivitas vulkanik di Selat Sunda. Metode yang digunakan adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), dalam memodelkan perluasan genangan menggunakan persamaan Berryman pada tiga skenario ketinggian run-up (6 meter, 10 meter, dan 20 meter). Penentuan rute penyelamatan dari titik bahaya pesisir menuju titik aman diekstraksi menggunakan metode Network Analyst (Closest Facility) dengan membandingkan parameter waktu tempuh (Cutoff Time ) 15, 30, 60 menit, dan tanpa batasan waktu. Hasil pemodelan menunjukan bahwa kawasan pesisir barat dan utara memiliki kerentanan genangan yang jauh lebih tinggi akibat dominasi topografi yang landai. Berdasarkan evaluasi aksesibilitas jaringan jalan, pemodelan rute evakuasi dengan Cutoff Time 15 menit disimpulkan sebagai skenario operasional yang paling realistis dan representatif dalam memfasilitasi mobilitas penyelamatan masyarakat secara cepat dan efektif.

Abtrak (Bhs. Inggris)Pandeglang Regency is a coastal area with a high level of vulnerability to tsunami threats due to its location directly facing the subduction zone and volcanic activity in Sunda Strait. The method used is a spatial analysis based on Geographic Information Systems (GIS), to model inundation expansion using the Berryman equation across three run-up height scenarios (6 meters, 10 meters, and 20 meters). The determination of evacuation routes from coastal hazard points to safe points was extracted using the Network Analyst (Closest Facility) method by comparing travel time parameters (Cutoff Time ) of 15, 30, 60 minutes, and no time limit. The modelling results indicate that the western and northern coastal areas exhibit significantly higher flood vulnerability due to the dominance of flat topography. Based on an evaluation of road network accessibility, evacuation route modelling with Cutoff Time of 15 minutes was concluded to be the most realistic and representative operational scenario for facilitating the rapid and effective rescue of the community.
Keywords: Evacuation; GIS; Inundation; Network Analyst; Tsunami
Kata kunciKata kunci: Evakuasi; Genangan; Network Analyst; SIG; Tsunami
Pembimbing 1Rizqi Rizaldi Hidayat, S.I.K., M.Si
Pembimbing 2Diah Ayu Rahmalia, S.Si., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2026-06-19 14:05:07.277853
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.