Artikel Ilmiah : C1C022050 a.n. DEVIKA PUTRIANI
| NIM | C1C022050 |
|---|---|
| Namamhs | DEVIKA PUTRIANI |
| Judul Artikel | Pengaruh Elemen Fraud Diamond Terhadap Kecenderungan Fraud dalam Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Brebes |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini merupakan penelitian mengenai kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Elemen Fraud Diamond Terhadap Kecenderungan Fraud dalam Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Brebes”. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kasus korupsi dana desa yang selalu menempati peringkat pertama di Indonesia. Beberapa kasus kecurangan dana desa terjadi di Kabupaten Brebes selama 5 tahun berturut-turut. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mendorong para pelaku untuk melakukan kecurangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh elemen fraud diamond (tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas) terhadap kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan fraud diamond theory yang dikembangkan oleh Wolfe dan Hermanson pada tahun 2004 yang merupakan perluasan dari fraud triangle theory. Teori berlian kecurangan (fraud diamond theory) menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan fraud adalah tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas. Faktor-faktor ini memiliki arah yang sama dengan tingkat fraud yang dapat terjadi. Teori ini menjadi dasar pembentukan hipotesis penelitian dimana semakin tinggi tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas seseorang, maka semakin tinggi kecenderungan fraud yang dapat terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel yaitu cluster random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak minimal 96 perangkat desa di Kabupaten Brebes. Penentuan jumlah sampel tersebut menggunakan rumus slovin karena jumlah populasi penelitian sudah diketahui. Peneliti menambah jumlah responden menjadi 120 responden guna mengantisipasi adanya data yang tidak layak diolah, sehingga data yang layak diolah tetap memenuhi jumlah minimal sampel. Metode pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala likert untuk variabel kecenderungan fraud, tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji kualitas data (uji validitas dan uji reliabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis (uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) menunjukkan bahwa: (1) tekanan tidak berpengaruh terhadap kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Brebes, (2) kesempatan tidak berpengaruh terhadap kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Brebes, (3) rasionalisasi berpengaruh positif terhadap kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Brebes, (4) kapabilitas tidak berpengaruh terhadap kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Brebes. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa rasionalisasi yang semakin tinggi maka akan sejalan dengan semakin tingginya kecenderungan fraud. Namun, tekanan, kesempatan, dan kapabilitas tidak mempengaruhi kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa yang terjadi di Kabupaten Brebes. Implikasi dari hasil penelitian ini yaitu sebagai bukti empiris tentang fraud diamond theory dalam konteks pengelolaan dana desa dan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah guna perumusan kebijakan dan evaluasi yang lebih baik dalam memberantas tindakan kecurangan yang selama ini terjadi. Keterbatasan penelitian ini yaitu jawaban yang didapatkan sebagian besar hanya terbatas pada isi kuesioner karena hanya menggunakan kuesioner digital dan masih terdapat variabel-variabel lain di luar model penelitian sebesar 85,9% yang mempengaruhi kecenderungan fraud dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Brebes. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study examines the tendencies towards fraud in the management of village funds. The study is titled: “The Influence of the Fraud Diamond Elements on Fraud Tendencies in the Management of Village Funds in Brebes Regency”. This study was motivated by the fact that cases of village fund corruption consistently rank among the top in Indonesia. Several cases of village fund fraud have occurred in Brebes Regency over the past five consecutive years. This raises questions regarding the factors that drive perpetrators to commit fraud. The objective of this study is to analyze the influence of the fraud diamond elements (pressure, opportunity, rationalization, and capability) on fraud tendencies in the management of village funds in Brebes Regency. This study employs the Fraud Diamond Theory developed by Wolfe and Hermanson in 2004, which is an extension of the Fraud Triangle Theory. The Fraud Diamond Theory explains that the factors driving an individual to commit fraud are pressure, opportunity, rationalization, and capability. These factors are directly correlated with the level of fraud that may occur. This theory forms the basis for the research hypothesis, which states that the higher an individual’s levels of pressure, opportunity, rationalization, and capability, the higher the tendency for fraud to occur. This study employs a quantitative approach using a survey method. The data used in this study consists of primary data obtained through the distribution of questionnaires. The sampling method used is cluster random sampling. The sample size for this study comprises a minimum of 96 village administrations in Brebes Regency. This sample size was determined using the Slovin formula since the study population size is known. The researcher increased the number of respondents to 120 to account for data that might be unsuitable for analysis, ensuring that the valid data still met the minimum sample size requirement. The measurement method for variables in this study used a Likert scale for the variables of fraud propensity, pressure, opportunity, rationalization, and capability. The data analysis methods employed in this study include data quality tests (validity and reliability tests), classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity tests), multiple linear regression analysis, and hypothesis testing (t-test, F-test, and coefficient of determination tests). Based on the results of the research and data analysis using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), it was found that: (1) pressure does not influence the tendency for fraud in the management of village funds in Brebes Regency, (2) opportunity does not influence the tendency for fraud in the management of village funds in Brebes Regency, (3) rationalization has a positive influence on the tendency for fraud in the management of village funds in Brebes Regency, (4) capability does not influence the tendency toward fraud in the management of village funds in Brebes Regency. Based on the research findings, it can be concluded that higher levels of rationalization are associated with a higher tendency toward fraud. However, pressure, opportunity, and capability do not influence the tendency toward fraud in the management of village funds occurring in Brebes Regency. The implications of these findings include providing empirical evidence for the Fraud Diamond Theory within the context of village fund management and serving as a basis for local governments to formulate better policies and conduct more effective evaluations to combat the fraudulent practices that have been occurring. The limitations of this study include that the responses obtained were largely limited to the information provided in the questionnaires as the study relied on digital questionnaire distribution, and the presence of other variables outside the research model (accounting for 85.9%) that influence the tendency toward fraud in the management of village funds in Brebes Regency. |
| Kata kunci | Tekanan, Kesempatan, Rasionalisasi, Kapabilitas, Fraud Diamond Theory, Fraud, Dana Desa |
| Pembimbing 1 | Dr. Uswatun Hasanah, S.E., M.Si., Ak |
| Pembimbing 2 | |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 147 |
| Tgl. Entri | 2026-05-04 17:11:47.624023 |