Artikel Ilmiah : H1B022043 a.n. FADILAH NUR ANNISA

Kembali Update Delete

NIMH1B022043
NamamhsFADILAH NUR ANNISA
Judul ArtikelANALISIS NERACA AIR (WATER BALANCE) PADA DAERAH IRIGASI PANDAK RADEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sektor pertanian berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan, namun keberlangsungannya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air irigasi yang semakin terancam oleh perubahan iklim dan konversi lahan. Daerah Irigasi yang semakin terancam oleh perubahan iklim dan konversi lahan. Daerah Irigasi Pandak Raden terletak di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dengan luas 354,49 Ha, meskipun memiliki curah hujan yang tinggi, tetap menghadapi potensi defisit air pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca air untuk memastikan kesesuaian antara ketersediaan dan kebutuhan air irigasi. Analisis menggunakan data hidrologi dan klimatologi selama 13 tahun pengamatan. Perhitungan ketersediaan air dilakukan dengan metode F.J. Mock, sedangkan kebutuhan air dihitung berdasarkan standar KP-01 (2013) menggunakan metode Penman-Monteith untuk menghitung evapotranspirasi potensial. Analisis neraca air dilakukan melalui lima alternatif jdwal tanam dengan pola tanam padi-padi-palawija yang dimulai secara bertahap dari bulan Oktober hingga Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alternatif 1 (Oktober I) terjadi defisit sebesar 0,09 m3/det pada tahap penyiapan lahan. Sementara itu, Alternatif 2 hingga Alternatif 5 menunjukkan kondisi surplus sepanjang tahun. Berdasarkan hasil evaluasi, Alternatif 3 (November I) ditetapkan sebagai skenario paling optimal dengan akumulasi volume surplus tahunan terhtinggi sebesar 38.753.002,97 m3. Pemilihan jadwal tanam pada awal November mampu memanfaatkan curah hujan secara maksimal dan memberikan tingkat keandalan ketersediaan air yang lebih stabil, sehingga berpotensi meminimalkan risiko defisit dan meningkatkan produktivitas irigasi di DI Pandak Raden.
Abtrak (Bhs. Inggris)The agricultural sector plays a crucial role in meeting food needs, but its sustainability is heavily influenced by the availability of irrigation water, which is increasingly threatened by climate change and land conversion. The Pandak Raden Irrigation Area, located in Baturraden District, Banyumas Regency, covers an area of 354.49 hectares. Despite its high rainfall, it still faces potential water deficits during the dry season. This study aims to analyze the water balance to ensure a balance between irrigation water availability and demand. The analysis utilized 13 years of hydrological and climatological data. Water availability was calculated using the F.J. Mock method, while water demand was calculated based on the KP-01 (2013) standard using the Penman-Monteith method to calculate potential evapotranspiration. The water balance analysis was conducted using five alternative planting schedules, with a rice-rice-secondary cropping pattern, starting in stages from October to December. The results showed that in Alternative 1 (October I), a deficit of 0.09 m³/sec occurred during the land preparation stage. Meanwhile, Alternatives 2 through 5 showed surplus conditions throughout the year. Based on the evaluation results, Alternative 3 (November I) was determined to be the most optimal scenario with the highest accumulated annual surplus volume of 38,753,002.97 m³. Selecting a planting schedule in early November maximizes rainfall and provides a more reliable level of water availability, potentially minimizing the risk of deficits and increasing irrigation productivity in the Pandak Raden Irrigation Area.
Kata kunciIrigasi, neraca air, F.J. Mock, Penman Monteith
Pembimbing 1Dr.Eng.Ir.Purwanto Bekti Santoso.,S.T.,M.T.
Pembimbing 2Ir. Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D., IPM.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2026-04-28 10:18:37.493857
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.