Artikel Ilmiah : F1G022002 a.n. CUT KEUMALA MAHA HUSNA

Kembali Update Delete

NIMF1G022002
NamamhsCUT KEUMALA MAHA HUSNA
Judul ArtikelTransnational Activism: Malaysian Support on Indonesian Democracy After Election 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini membahas fenomena transnational activism berupa dukungan aktivis Malaysia terhadap demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024, dengan fokus pada aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada 2 September 2025. Fenomena ini menunjukkan bahwa isu demokrasi dalam suatu negara tidak lagi bersifat domestik semata, tetapi telah menjadi perhatian aktor lintas negara dalam kerangka masyarakat sipil transnasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan (why-question) di balik keterlibatan aktivis Malaysia dalam merespons dinamika demokrasi Indonesia pasca pemilu.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berita, laporan organisasi masyarakat sipil, serta literatur akademik terkait aktivisme transnasional dan demokratisasi. Analisis dilakukan menggunakan konsep transnational advocacy networks untuk menjelaskan bagaimana aktor non-negara membangun solidaritas lintas batas negara dalam isu demokrasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktivis Malaysia didorong oleh tiga faktor utama, yaitu solidaritas ideologis terhadap nilai demokrasi, keterhubungan jaringan masyarakat sipil regional, serta persepsi adanya kemunduran demokrasi di Indonesia yang dianggap berdampak pada stabilitas kawasan. Penelitian ini menegaskan bahwa aktivisme transnasional berperan sebagai mekanisme tekanan normatif dalam hubungan internasional kontemporer.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study examines the phenomenon of transnational activism, characterized by Malaysian activists' support for Indonesian democracy after the 2024 elections, focusing on the demonstration in front of the Indonesian Embassy (KBRI) in Kuala Lumpur on September 2, 2025. This phenomenon demonstrates that the issue of democracy within a country is no longer solely domestic but has become a concern for transnational actors within a transnational civil society framework. This study aims to analyze the reasons (why questions) behind the involvement of Malaysian activists in responding to the dynamics of Indonesian democracy after the elections.
The method used is a qualitative case study approach. Data were collected through news documentation, civil society organization reports, and academic literature related to transnational activism and democratization. The analysis utilizes the concept of transnational advocacy networks to explain how non-state actors build solidarity across borders on the issue of democracy.
The results indicate that the involvement of Malaysian activists is driven by three main factors: ideological solidarity with democratic values, connectedness to regional civil society networks, and the perception of democratic decline in Indonesia, which is perceived to impact regional stability. This research confirms that transnational activism serves as a mechanism of normative pressure in contemporary international relations.
Kata kunciKeywords: transnational activism, democracy, civil society, Indonesia, Malaysia, 2024 elections.
Pembimbing 1Dias Pabyantara Swandita Mahayasa, M.Hub.Int.
Pembimbing 2Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc.
Pembimbing 3Kholifatus Saadah, M.Hub.Int.
Tahun2026
Jumlah Halaman34
Tgl. Entri2026-04-28 07:09:21.985788
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.