Artikel Ilmiah : D1A022026 a.n. REZA ANDI PERMANA

Kembali Update Delete

NIMD1A022026
NamamhsREZA ANDI PERMANA
Judul ArtikelPengaruh Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Spermatozoa Ayam Brahma dengan Menggunakan Pengencer NaCl Fisiologis
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas spermatozoa ayam Brahma yang diencerkan menggunakan NaCl fisiologis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen ayam Brahma berumur ±1,5–2 tahun. Penelitian dilakukan dengan lama penyimpanan semen selama 1, 3, 5, dan 7 jam dengan suhu 5C. Rasio pengenceran semen dengan pengencer NaCl fisiologis adalah 1:4. Variabel yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Metode yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA), dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa lama penyimpanan semen ayam Brahma dengan pengencer NaCl fisiologis berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap motilitas dan viabilitas, serta berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa. Semakin lama waktu penyimpanan, motilitas dan viabilitas spermatozoa cenderung menurun, sedangkan persentase abnormalitas meningkat. Hasil rataan motilitas sebesar 72,00 ± 5,70; 57,00  6,71; 41,00  8,94; dan 26,00  4,18. Rataan viabilitas sebesar 79,63 ± 7,67; 69,21 ± 7,86; 63,37 ± 8,92; dan 47,21 ± 8,95. Rataan abnormalitas sebesar 6,00 ± 3,01; 8,63 ± 1,85; 11,20 ± 2,85; dan 13,99 ± 2,99. Dapat disimpulkan bahwa kualitas spermatozoa ayam Brahma menurun seiring dengan bertambahnya lama penyimpanan semen, sehingga penyimpanan semen menggunakan pengencer NaCl fisiologis disarankan pada waktu penyimpanan yang singkat untuk mempertahankan kualitas spermatozoa yang optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)diluted using physiological NaCl. The material used in this study was Brahma chicken semen aged ±1.5–2 years. The study was conducted with semen storage times of 1, 3, 5, and 7 hours at a temperature of 5°C. The semen dilution ratio with physiological NaCl diluent was 1:4. The variables observed included motility, viability, and spermatozoa abnormalities. The method used was an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if there was a significant effect, it was continued with the Honestly Significant Difference (HSD) test. The results of statistical analysis showed that the storage time of Brahma chicken semen with physiological NaCl diluent had a very significant effect (P < 0.01) on motility and viability, and a significant effect (P < 0.05) on spermatozoa abnormalities. The longer the storage time, the motility and viability of spermatozoa tend to decrease, while the percentage of abnormalities increases. The average motility results were 72.00 ± 5.70; 57.00 ± 6.71; 41.00 ± 8.94; and 26.00 ± 4.18. The average of viability was 79.63 ± 7.67; 69.21 ± 7.86; 63.37 ± 8.92; and 47.21 ± 8.95. The average abnormality was 6.00 ± 3.01; 8.63 ± 1.85; 11.20 ± 2.85; and 13.99 ± 2.99. It can be concluded that the quality of Brahma chicken spermatozoa decreases with increasing semen storage time, so semen storage using physiological NaCl diluent is recommended for short storage times to maintain optimal spermatozoa quality.
Kata kunciNacl Fisiologis, Lama Penyimpanan, Motilitas, Viabilitas, Abnormalitas
Pembimbing 1Prof. Ir. Dadang Mulyadi Saleh M.S., M.Agr.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng
Pembimbing 2drh. Lu'lu' Sahara Wusahaningtyas, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman41
Tgl. Entri2026-04-22 10:08:27.951978
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.