| NIM | J1A022070 |
| Namamhs | Audilia Anggie Lavery |
| Judul Artikel | Analysis of Internet Language Features Used by Male and Female K-Poppers on X |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Interaksi di media sosial yang semakin dinamis kini semakin memicu perkembangan proses komunikasi digital yang unik, khususnya dalam komunitas penggemar K-Pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fitur bahasa internet milik Danet (2020) pada para penggemar K-Pop di media sosial X saat membicarakan idola mereka, serta menganalisis perbedaan gaya komunikasi antara penggemar laki-laki dan perempuan berdasarkan teori gaya bahasa gender milik Tannen (2012). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada komunitas penggemar grup co-ed AllDay Project (ADP). Data diambil dari unggahan 35 akun penggemar perempuan dan 35 akun penggemar laki-laki selama periode debut ADP, Juni-Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, penggemar perempuan menggunakan fitur bahasa internet secara lebih intensif dibandingkan laki-laki, dengan 247 temuan yang mencakup 7 dari 10 jenis fitur bahasa. Sebaliknya, penggemar laki-laki hanya menunjukkan 126 temuan dengan 6 jenis fitur. Hal ini menunjukkan bahwa penggemar perempuan cenderung lebih ekspresif dalam komunikasi daring. Kedua, penelitian ini mengonfirmasi teori Tannen (2012) mengenai rapport talk dan report talk. Penggemar laki-laki didominasi oleh report talk (22 dari 35 akun), sementara penggemar perempuan didominasi oleh rapport talk (22 dari 35 akun). Temuan ini membuktikan bahwa meskipun berada dalam komunitas daring yang sama, karakteristik komunikasi antara laki-laki dan perempuan di ruang digital tetap menunjukkan perbedaan signifikan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The increasingly dynamic interactions on social media have triggered the development of unique digital communication processes, particularly within the K-Pop fan community. This research aims to identify the internet language features proposed by Danet (2020) as used by K-Poppers on social media X, while also analyzing the differences in communication styles between male and female fans based on Tannen’s (2012) gender-based language style theory. Using a descriptive qualitative method, this study focuses on the fan community of the co-ed group AllDay Project (ADP), with data collected from the posts of 35 female and 35 male fan accounts during the group's debut period from June to July 2025. The results reveal two primary findings. First, female fans utilize internet language features more intensively than male fans, with 246 instances covering 7 out of 10 types of features compared to only 126 instances across 6 types for males, suggesting that female fans tend to be more expressive in online communication. Second, the study confirms Tannen’s (2012) theory regarding rapport and report talk, as male fans are dominated by report talk (22 out of 35 accounts) while female fans are dominated by rapport talk (22 out of 35 accounts). These findings prove that even within the same interest-based community, the communication characteristics of men and women in digital spaces continue to show significant differences. |
| Kata kunci | Sociolinguistik, K-Poper, Fitur Bahasa Internet, Rapport Talk, Report Talk |
| Pembimbing 1 | Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. |
| Pembimbing 2 | Tri Wahyu Setiawan Prasetyoningsih, S.S. |
| Pembimbing 3 | Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 122 |
| Tgl. Entri | 2026-04-20 13:48:15.327634 |
|---|