Artikel Ilmiah : F1A021094 a.n. STEVEN QUINCY IBRAHIM

Kembali Update Delete

NIMF1A021094
NamamhsSTEVEN QUINCY IBRAHIM
Judul ArtikelFenomena Crossdressing Cosplay Di Purwokerto: Pemaknaan Cosplayer Tentang Penampilan Diri
Abstrak (Bhs. Indonesia)Di Indonesia, praktik crossdressing cosplay masih dianggap tabu oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan crossdressing cosplay berlawanan dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal. Namun demikian, kehadiran orang yang melakukan crossdressing cosplay semakin banyak ditemui. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga dapat ditemui di kota kabupaten seperti di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini berupaya mengkaji fenomena crossdresser di Purwokerto. Fenomena tersebut merupakan sebuah unjuk penampilan identitas. Cosplay merupakan media eksplorasi identitas diri dan ekspresi seni tanpa batasan gender, ras, agama, dan latar budaya. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa fenomena crossdress muncul karena adanya motivasi internal dan eksternal. Motivasi internal dan eksternal ini menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan crossdressing cosplay dalam proses self-indication. Penelitian ini berkontribusi dalam membuka wawasan tentang perkembangan subkultur budaya populer.
Abtrak (Bhs. Inggris)In Indonesia, the practice of crossdressing cosplay is still considered taboo by society. This is because crossdressing cosplay goes against local religious and cultural values. However, the presence of people who practice crossdressing cosplay is increasing. Not only in big cities, but also in smaller towns such as Purwokerto City, Banyumas Regency, Central Java. This study aims to examine the phenomenon of crossdressers in Purwokerto. This phenomenon is a display of identity. Cosplay is a medium for exploring self-identity and artistic expression without limitations of gender, race, religion, and cultural background. Using qualitative research methods, this study found that the phenomenon of crossdressing arises from internal and external motivations. These internal and external motivations are factors in the decision to engage in crossdressing cosplay as part of the self-indication process. This research contributes to providing insights into the development of popular cultural subcultures.
Kata kunciBudaya Jepang; Cosplay; Crossdresser: Identitas Diri; Subkultur.
Pembimbing 1Hendri Restuadhi
Pembimbing 2Arizal Mutahir
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2026-04-20 13:41:49.525683
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.