Artikel Ilmiah : H1A022020 a.n. DANANG TRIYOGA
| NIM | H1A022020 |
|---|---|
| Namamhs | DANANG TRIYOGA |
| Judul Artikel | EVALUASI KELAYAKAN PEMUTUS TENAGA BAY 7B3 GARDU INDUK 500 KV KESUGIHAN AKIBAT KEBOCORAN GAS SF6 PT. PLN (Persero) ULTG PURWOKERTO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemutus Tenaga (PMT) merupakan peralatan proteksi utama pada gardu induk yang berperan dalam menjaga keandalan sistem transmisi tenaga listrik tegangan ekstra tinggi. Pada sistem 500 kV, PMT dengan media gas SF6 digunakan karena memiliki kemampuan isolasi dan pemadaman busur api yang tinggi. Namun demikian, kebocoran gas SF6 dapat menurunkan performa isolasi dan berpotensi mengganggu kontinuitas operasi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan operasional PMT Bay 7B3 Gardu Induk 500 kV Kesugihan akibat indikasi kebocoran gas SF6. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparatif dengan menganalisis hasil pengujian pemeliharaan dua tahunan periode 2023 dan 2025. Parameter yang diuji meliputi tahanan isolasi, tahanan kontak, keserempakan kerja kontak (delta time), serta kemurnian gas SF6. Data diperoleh melalui pengukuran menggunakan insulation tester, contact resistance tester, breaker analyzer, dan SF6 gas analyzer, kemudian dibandingkan dengan standar operasional PT. PLN (Persero). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tahanan isolasi, tahanan kontak, dan keserempakan kerja kontak masih berada dalam batas standar yang ditetapkan. Meskipun terdeteksi kebocoran gas pada salah satu fasa, tingkat kemurnian gas SF6 masih memenuhi kriteria kelayakan operasi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PMT Bay 7B3 Gardu Induk 500 kV Kesugihan dinyatakan masih layak beroperasi dengan rekomendasi dilakukan pemantauan dan tindakan pemeliharaan preventif untuk menjaga keandalan sistem transmisi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Circuit breakers (CB) are critical protection equipment in substations that ensure the reliability of extra high voltage power transmission systems. In 500 kV systems, SF6 gas-insulated circuit breakers are widely used due to their superior insulation strength and arc-extinguishing capability. However, SF6 gas leakage may reduce insulation performance and potentially affect operational reliability. This study aims to evaluate the operational feasibility of the Bay 7B3 circuit breaker at the 500 kV Kesugihan Substation following indications of SF6 gas leakage. A quantitative comparative method was employed by analyzing biennial maintenance test results from 2023 and 2025. The evaluated parameters include insulation resistance, contact resistance, contact simultaneity (delta time), and SF6 gas purity. Data were obtained through direct measurements using an insulation tester, contact resistance tester, breaker analyzer, and SF6 gas analyzer, and subsequently compared with the operational standards of PT PLN (Persero). The results indicate that insulation resistance, contact resistance, and contact simultaneity values remain within the acceptable standard limits. Although gas leakage was detected in one phase, the SF6 gas purity level still met the operational requirements. Based on these findings, the Bay 7B3 circuit breaker at the 500 kV Kesugihan Substation is considered operationally feasible, with recommendations for continuous monitoring and preventive maintenance to maintain transmission system reliability. |
| Kata kunci | Gas SF6, Gardu Induk 500 kV, Tahanan Isolasi, Keandalan Sistem Transmisi |
| Pembimbing 1 | Ir. Winasis, S.T., M.Eng |
| Pembimbing 2 | Hari Prasetijo, S.T.,M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2026-04-16 11:18:03.455206 |