Artikel Ilmiah : C2C022028 a.n. WULAN ROHMAWATI

Kembali Update Delete

NIMC2C022028
NamamhsWULAN ROHMAWATI
Judul ArtikelPengaruh Pengaturan Kerja Fleksibel Terhadap Kesejahteraan Pekerja Dengan
Keseimbangan Pekerjaan Dan Kehidupan Sebagai Variabel Mediasi Dan
Kestabilan Pendapatan Sebagai Variabel Moderasi, Studi Empiris Pada Pekerja Gig Di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)Mengangkat fenomena fleksibilitas didalam ekonomi gig, isu kesejahteraan
pekerja (Employee Well-Being) menjadi hal penting yang perlu dikaji lebih lanjut.
Pasalnya, fleksibilitas waktu dan lokasi kerja yang ada masih menunjukan hasil yang
paradoks. Di satu sisi, pengaturan kerja fleksibel (Flexible Working Arrangement)
dianggap sebagai pendukung utama dalam mencapai keseimbangan pekerjaan dan
kehidupan. Namun disisi lain, batasan waktu kerja yang tidak jelas menimbulkan jam
kerja menjadi lebih panjang dan berpotensi mengganggu upaya pekerja mencapai
kesejahteraan yang optimal. Penelitian ini menguji pengaruh langsung dan tidak
langsung dari pengaturan kerja fleksibel terhadap kesejahteraan pekerja dengan
keseimbangan pekerjaan dan kehidupan sebagai variabel mediasi dan kestabilan
penghasilan sebagai variabel moderasi.
Skala pengukuran variabel pengaturan kerja fleksibel mengadopsi dari Albion
(2005) yang terdiri atas 11 item, sedangkan kesejahteraan pekerja menggunakan alat
ukur yang dikembangkan oleh Zheng (2015) terdiri atas 3 dimensi dan 18 item, dan
keseimbangan pekerjaan-kehidupan mengadopsi dari Chang (2009) yang telah
diadaptasi dari Brough (2009) terdiri dari 4 item, serta untuk kestabilan pendapatan
diukur melalui koefisien variasi dari pendapatan responden 3 bulan terakhir. Penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif dengan melibatkan 187 responden menggunakan
metode purposive sampling dari populasi pekerja gig yang ada di Indonesia.
Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan positif dan signifikan dari
variabel pengaturan kerja fleksibel terhadap keseimbangan pekerjaan-kehidupan (R2 =
0,651 ; p<0,001), kesejahteraan pekerja (R2 = 0,561 ; p<0,001) dan variabel
keseimbangan pekerjaan-kehidupan terbukti memediasi secara parsial sebesar (p =
0,035) terhadap kesejahteraan pekerja. Namun kestabilan pendapatan ditemukan tidak
memoderasi hubungan pengaruh antara keseimbangan pekerjaan-kehidupan terhadap
kesejahteraan pekerja (p = 0,084).
Temuan ini mendukung teori permintaan pekerjaan-sumberdaya (JDR) dan
konservasi sumberdaya (COR) yang menjelaskan bahwa pengaturan kerja fleksibel
telah memberi kesempatan bagi pekerja untuk mewujudkan keseimbangan antara
pekerjaan dan kehidupan yang secara tidak langsung mendukung tercapainya
kesejahteraan pekerja. Melalui pengaturan kerja fleksibel pekerja memiliki keleluasaan
dalam menentukan ruang waktu kerja mereka sesuai kebutuhan pribadi masing-masing
yang diharapkan akan meminimalisir konflik peran antara pekerjaan dan kehidupan.
Tidak signifikannya peran moderasi kestabilan pendapatan mengindikasikan bahwa
pada dasarnya fluktuasi pendapatan merupakan karakteristik inheren pada pekerjaan
ini yang telah disadari sejak awal dan diantisipasi oleh pekerja sehingga kestabilan
pendapatan bukan menjadi faktor utama yang memengaruhi efektivitas keseimbangan
pekerjaan-kehidupan terhadap kesejahteraan pekerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)Highlighting the phenomenon of flexibility within the gig economy, the issue of
employee well-being has become a critical area for further investigation. Flexibility in
work time and location continues to yield paradoxical results; while Flexible Working
Arrangements (FWA) are considered a primary support for achieving work-life
balance, but blurred work boundaries often lead to longer working hours then
potentially hindering optimal well-being. This study examines the direct and indirect
effects of FWA on employee well-being, with work-life balance as a mediating variable
and income stability as a moderating variable.
The FWA variable was measured using a scale adapted from Albion (2005)
consisting of 11 items, while employee well-being utilized Zheng’s (2015) instrument
comprising 3 dimensions and 18 items. Work-life balance was measured using Chang’s
(2009) scale adapted from Brough (2009) with 4 items. Income stability was assessed
through the coefficient of variation of the respondents' income over the last three
months. This quantitative study involved 187 respondents selected through purposive
sampling from the gig worker population in Indonesia.
The findings demonstrate a positive and significant relationship between FWA
and work-life balance (R2 = 0,651 ; p<0,001) and employee well-being (R2 = 0,561 ;
p<0,001). Work-life balance was proven to partially mediate the relationship between
FWA and employee well-being (p = 0,035). However, income stability was found not to
moderate the relationship between work-life balance and employee well-being (p =
0,084).
These findings supporting Job Demand Resources Theory and Conservation
Resources Theory are explain that FWA provides opportunities for workers to achieve
a balance between work and life, which indirectly supports the attainment of well
being. Through FWA, workers gain the autonomy to determine their work space and
time according to personal needs, which is expected to minimize work-life role
conflicts. The insignificance of income stability as a moderator indicates that income
fluctuation is an inherent characteristic of gig work that workers are aware of and have
anticipated from the outset. Consequently, income stability is not the primary factor
influencing the effectiveness of work-life balance on employee well-being.
Kata kunci Flexible Working Arrangement, Employee Well-Being, Work-Life Balance, Income Stability, Gig Economy
Pembimbing 1Drs. Achmad Sudjadi, M.Sc, Ph.D
Pembimbing 2Dr. Dwita Darmawati, S.E, M.Si
Pembimbing 3Dr. Daryono, S.E., M.A.B
Tahun2026
Jumlah Halaman186
Tgl. Entri2026-02-27 16:02:42.293588
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.