Artikel Ilmiah : K2A024002 a.n. INTAN MEGASARI

Kembali Update Delete

NIMK2A024002
NamamhsINTAN MEGASARI
Judul ArtikelVARIABILITAS SPASIAL NUTRIEN DI LAUT BALI BARAT
KAITANNYA DENGAN INDONESIAN THROUGHFLOW (ITF):
IMPLIKASI TERHADAP KETERSEDIAAN DAN KUALITAS
PERAIRAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Nutrien merupakan komponen esensial dalam ekosistem laut yang
mengendalikan proses biogeokimia dan produktivitas primer. Namun, informasi
mengenai distribusi makronutrien dan mikronutrien di perairan Laut Bali Barat
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi nutrien, sumber
pasokannya, keterkaitannya dengan parameter oseanografi, serta status kualitas
perairan Laut Bali Barat. Pengambilan sampel air laut dilakukan pada November
2024 di 11 stasiun dari permukaan dan kedalaman 35 m, meliputi Laut Bali, Teluk
Penerusan, dan Perairan Menjangan. Makronutrien dianalisis menggunakan
Spektrofotometer UV-Vis, mikronutrien menggunakan ICP-MS, parameter
oseanografi diukur secara in situ, serta data dianalisis menggunakan metode
Principal Component Analysis (PCA), dan CCME-Water Quality Index. Hasil
menunjukkan makronutrien dan mikronutrien memiliki variasi horizontal dan
vertikal yang jelas, dengan konsentrasi lebih tinggi pada kedalaman 35 m. Nitrat
meningkat dari 0,03-0,195 mg/L di permukaan menjadi 0,087-0,286 di 35 m,
dengan nilai tertinggi teramati di SW 9, mencerminkan pengaruh variasi sirkulasi
perairan lokal. Sementara seng menunjukkan pengayaan paling ekstrem, meningkat
dari 0,8979-44,888 ppb di permukaan menjadi 112,7668 ppb di 35 m, terutama di
SW 2, mengindikasikan pengaruh sumber antropogenik lokal dan diperkuat oleh
resuspensi sedimen. Pola ini dipengaruhi oleh terbatasnya pencampuran vertikal
serta lemahnya kontribusi intrusi massa air Indonesian Throughflow (ITF). Analisis
PCA dan korelasi Pearson mengindikasikan distribusi makronutrien terutama
dikendalikan oleh proses fisik-biologis alami, sedangkan mikronutrien lebih
sensitif terhadap masukan lokal dan dinamika redoks. Secara keseluruhan, nilai
CCME-WQI sebesar 66,03 mengklasifikasikan kualitas perairan Laut Bali Barat
dalam kategori “cukup”, yang masih mendukung kehidupan biota laut namun
menunjukkan adanya tekanan lingkungan yang memerlukan perhatian dalam
pengelolaan perairan secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Nutrients are essential components in marine ecosystems that control
biogeochemical processes and primary productivity. However, information on the
distribution of macronutrients and micronutrients in the waters of the western Bali
Sea is still limited. This study aims to analyze the distribution of nutrients, their
sources, their relationship with oceanographic parameters, and the water quality
status of the western Bali Sea. Seawater samples were collected in November 2024
at 11 stations from the surface and at 35 m, covering the Bali Sea, Penerusan Bay,
and Menjangan Waters. Macronutrients were analyzed using a UV-Vis
Spectrophotometer, micronutrients using ICP-MS, and oceanographic parameters
were measured in situ; the data were analyzed using Principal Component Analysis
(PCA) and the CCME-Water Quality Index. The results show that macronutrients
and micronutrients exhibit apparent horizontal and vertical variations, with higher
concentrations at 35 m. Nitrate increased from 0.03-0.195 mg/L at the surface to
0.087-0.286 mg/L at 35 m, with the highest values observed at SW 9, reflecting the
influence of local water circulation variations. Meanwhile, zinc showed the most
extreme enrichment, increasing from 0.8979-44.888 ppb at the surface to 112.7668
at 35 m, especially in SW 2, indicating the influence of local anthropogenic sources
and reinforced by sediment resuspension. This pattern is influenced by limited
vertical mixing and the weak contribution of Indonesian Throughflow (ITF) water
intrusion. PCA and Pearson correlation analyses indicate that natural physical-
biological processes mainly control macronutrient distribution, while
micronutrients are more sensitive to local inputs and redox dynamics. Overall, the
CCME-WQI value of 66.03 classifies West Bali's water quality as “fair,” which
still supports marine life but indicates environmental pressures that require
attention in sustainable water management.
Kata kunciNutrien, Variabilitas Spasial, Indonesian Throughflow (ITF), Kualitas Perairan
Pembimbing 1Roy Andreas, M.Si., Ph.D
Pembimbing 2Anung Riapanitra, M.Sc., Ph.D
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman149
Tgl. Entri2026-02-24 22:58:14.54722
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.