Artikel Ilmiah : J1D022014 a.n. DIANA KHOERIYAH NURAENI

Kembali Update Delete

NIMJ1D022014
NamamhsDIANA KHOERIYAH NURAENI
Judul ArtikelKomparasi Pematuhan Prinsip Kerja Sama dalam Film Miracle in Cell No. 7 dan Tampan Tailor
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan pematuhan prinsip kerja sama yang digunakan para tokoh dalam film Miracle in Cell No. 7 dan Tampan Tailor. Permasalahan dalam penelitian berkaitan dengan penggunaan bahasa pada beberapa percakapan yang kurang informatif, tidak sesuai dengan konteks, dan tidak relevan. Landasan teori menggunakan prinsip kerja sama Grice (1975) dengan indikator pematuhan prinsip kerja sama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Data penelitian berupa tuturan para tokoh yang mengandung pematuhan prinsip kerja sama. Sumber data berupa film Miracle in Cell No. 7 dan Tampan Tailor. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap dan teknik catat. Analisis data menggunakan padan pragmatis dengan teknik Pilah Unsur Penentu, dilanjutkan Hubung Banding Menyamakan dan Hubung Banding Membedakan. Uji validitas data dilakukan menggunakan triangulasi teori dan member checking. Hasil analisis data menunjukkan film Miracle in Cell No. 7 ditemukan 41 data pematuhan maksim, meliputi 22 maksim kuantitas, 2 maksim kualitas, 13 maksim relevan, dan 4 maksim cara. Sementara, film Tampan Tailor ditemukan 32 data pematuhan maksim yang terdiri atas 12 maksim kuantitas, 2 maksim kualitas, 17 maksim relevan, dan 1 maksim cara. Berdasarkan hasil, disimpulkan bahwa kedua film mematuhi seluruh maksim prinsip kerja sama. Maksim yang dominan dalam film Miracle in Cell No. 7 adalah maksim kuantitas karena tokoh utama penyandang disabilitas intelektual sehingga para tokoh diharuskan menyampaikan tuturan secara ringkas dan efektif, sedangkan film Tampan Tailor lebih dominan mematuhi maksim relevan karena alur cerita mengenai pertemanan dan pekerjaan sehingga menuntut tuturan saling berkaitan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to describe and compare the compliance with the cooperative principles used by the characters in the films Miracle in Cell No. 7 and Tampan Tailor. The problems in this study relate to the use of language in several conversations that are less informative, inappropriate to the context, and irrelevant. The theoretical basis uses Grice's (1975) cooperative principles with indicators of compliance with cooperative principles. This study is a qualitative study with a descriptive comparative approach. The research data consists of the characters' utterances that contain compliance with the cooperative principles. The data sources are the films Miracle in Cell No. 7 and Tampan Tailor. Data collection uses the observation method with the advanced techniques of free observation and note-taking. Data analysis uses pragmatic matching with the techniques of Sorting Determining Elements, followed by Comparing and Matching and Comparing and Differentiating. Data validity testing is carried out using theory triangulation and member checking. The results of the data analysis show that the film Miracle in Cell No. 7 was found to have 41 instances of maxim compliance, including 22 instances of quantity maxims, 2 instances of quality maxims, 13 instances of relevance maxims, and 4 instances of manner maxims. Meanwhile, the film Tampan Tailor was found to have 32 instances of maxim compliance, consisting of 12 instances of quantity maxims, 2 instances of quality maxims, 17 instances of relevance maxims, and 1 instance of manner maxims. Based on the results, it can be concluded that both films comply with all maxims of cooperation. The dominant maxim in Miracle in Cell No. 7 is the maxim of quantity because the main character has an intellectual disability, so the characters are required to convey their speech concisely and effectively, while Tampan Tailor is more dominant in complying with the maxim of relevance because the storyline is about friendship and work, which requires interrelated speech.
Kata kuncipematuhan, prinsip kerja sama, film Miracle in Cell No. 7, film Tampan Tailor
Pembimbing 1Dr. Uki Hares Yulainti, S.Pd., M.Pd.
Pembimbing 2Nur Indah Sholikhati, S.Pd., M.Pd.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman368
Tgl. Entri2026-02-24 12:11:50.777151
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.