Artikel Ilmiah : I2A024006 a.n. LILY ELISABETH
| NIM | I2A024006 |
|---|---|
| Namamhs | LILY ELISABETH |
| Judul Artikel | EVALUASI TERHADAP KETRAMPILAN DASAR KADER MENGGUNAKAN BUKU KIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abstrak EVALUASI TERHADAP KETRAMPILAN DASAR KADER MENGGUNAKAN BUKU KIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS Latar belakang : Puskesmas Banyumas, Kabupaten Banyumas di wilayah kerjanya stunting masih merupakan masalah kesehatan yang signifikan. Kader posyandu yang telah dibekali keterampilan dasar menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk mengurangi stunting. Namun, hasil dari program pencegahan stunting masih belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana kader menggunakan buku KIA untuk mencegah stunting di wilayah kerja Puskesmas Banyumas. Metodologi : Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada kegiatan posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), wawancara mendalam dengan kader posyandu, kelompok sasaran, bidan desa, dan petugas promosi kesehatan Puskesmas Banyumas. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengurangi, menyajikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan lapangan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi terhadap implementasi ketrampilan dasar kader menggunakan buku KIA dalam upaya pencegahan stunting dengan model George Edward III. Identifikasi pola komunikasi sudah baik. Katagori konten yang mencakup ketrampilan dasar kader bagian ibu dan balita masih perlu ditingkatkan lagi kemapuan kader dalam menyampaikan isi pesan. Identifikasi sumber daya manusia diposyandu terdiri dari kader yang sangat beragam pengalaman dan kemampuannya, kolaborasi pelatihan dan pembinaan rutin, sumber daya anggaran PMT balita stunting, alokasi pembelian buku KIA kader, insentif kader yang masih perlu ditingkatkan, sarana dan prasarana posyandu telah memadai. Identifikasi sikap pelaksana, kader mempunyai semangat dan motivasi yang baik. Hasil penelitian juga menunjukan kuatnya motivasi kader dan masyarakat untuk aktif di posyandu, semangat membantu, senang bersosialisasi. Identifikasi birokrat respon positif dukungan birokrat untuk posyandu dan pencegahan stunting terwujud melalui edukasi dari berbagai pihak. Penilaian birokrat posyandu dilakukan melalui assessment kader, evaluasi pelaporan dan data kunjungan, pemantauan oleh puskesmas yang melibatkan monev rutin dan pelaporan. Kesimpulan : Studi ini menemukan dalam evaluasi penerapan ketrampilan dasar kader menggunakan buku KIA, dalam hal komunikasi kader maka konten/ pesan masih perlu ditingkatkan dengan pelatihan,evaluasi secara berkesinambungan, sumber daya yang perlu ditingkatkan adalah insentif, pengadaan buku KIA untuk pegangan kader, pelatihan, Kerjasama lintas sektor masih perlu ditingkatkan antara pemerintah desa, puskesmas, PKK, PLKB untuk integrasi dan kolaborasi evaluasi ketrampilan dasar kader dalam upaya pencegahan stunting. Kata kunci : Implementasi keterampilan dasar, Puskesmas Banyumas, kader posyandu, buku KIA, pencegahan stunting |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Abstract EVALUATION OF CADRE BASIC SKILLS IN USING KIA BOOKS IN STUNTING PREVENTION EFFORTS IN THE WORKING AREA OF BANYUMAS PUBLIC HEALTH CENTER, BANYUMAS REGENCY Background : Banyumas Community Health Center (Puskesmas), Banyumas Regency, stunting remains a significant health problem. Integrated service post (Posyandu) cadres, equipped with basic skills, use the Maternal and Child Health (KIA) handbook to reduce stunting. However, the results of the stunting prevention program are still suboptimal. The purpose of this study was to evaluate how cadres use the KIA handbook to prevent stunting in the Banyumas Community Health Center's work area. Methods : Data were collected through direct observation of Integrated Primary Service (ILP) Posyandu activities, in-depth interviews with Posyandu cadres, target groups, village midwives, and health promotion officers from the Banyumas Community Health Center. This research was conducted qualitatively using a case study approach. Data analysis was conducted thematically by reducing, presenting, and drawing conclusions based on field findings. Results : The results of the study indicate that the evaluation of the implementation of basic skills of cadres using the KIA book in stunting prevention efforts with the George Edward III model. Identification of communication patterns is good. The content category that includes basic skills of cadres for mothers and toddlers still needs to be improved in the ability of cadres in conveying the message. Identification of human resources in the integrated health post (posyandu) consists of cadres with very diverse experiences and abilities, collaboration in routine training and coaching, budget resources for PMT for stunted toddlers, allocation of KIA book purchases for cadres, cadre incentives that still need to be improved, and adequate posyandu facilities and infrastructure. Identification of the attitude of implementers, cadres have good enthusiasm and motivation. The results also show the strong motivation of cadres and the community to be active in the posyandu, the spirit of helping, and enjoy socializing. Identification of bureaucrats' positive response to bureaucratic support for posyandu and stunting prevention is realized through education from various parties. The assessment of posyandu bureaucrats is carried out through cadre assessments, evaluation of reporting and visit data, monitoring by the health center involving routine monitoring and evaluation and reporting. Conclusion : This study found that in the evaluation of the implementation of basic skills of cadres using KIA books, in terms of cadre communication, the content/message still needs to be improved with training, continuous evaluation, resources that need to be improved are incentives, procurement of KIA books for cadre guides, training, cross-sector cooperation still needs to be improved between village governments, health centers, PKK, PLKB for integration and collaboration in evaluating basic skills of cadres in efforts to prevent stunting. Keywords : Implementation of basic skills, Banyumas Health Center, integrated health post cadres, KIA books, stunting. |
| Kata kunci | Kata kunci : Implementasi keterampilan dasar, Puskesmas Banyumas, kader posyandu, buku KIA, pencegahan stunting |
| Pembimbing 1 | Prof.Dr.sc.hum. Budi Aji, S.KM. M.Sc |
| Pembimbing 2 | Dr.Eri Wahyuningsih, S.Ked, M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 122 |
| Tgl. Entri | 2026-02-23 11:59:08.166944 |