Artikel Ilmiah : B1A022039 a.n. ARNI FIRDASARI

Kembali Update Delete

NIMB1A022039
NamamhsARNI FIRDASARI
Judul ArtikelPrevalensi Soil-Transmitted Helminths (STH) pada Sayur Lalapan di Pasar Modern Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pasar modern merupakan tempat berbelanja yang lebih nyaman dan efisien dengan konsep self-service. Banyak orang memilih membeli sayuran di pasar modern karena berkaitan dengan kenyamanan, kualitas, dan fasilitas yang lengkap. Purwokerto memiliki dua pasar modern besar yang menjual berbagai sayuran antara lain sayur lalapan. Sayur-sayuran yang dimakan mentah sebagai lalapan, memiliki risiko tinggi terkontaminasi Soil-Transmitted Helminths (STH). Jenis sayur yang biasa dijadikan lalapan antara lain kubis (Brassica oleracea L.), kemangi (Ocimum basilicum), selada (Lactuca sativa), dan kacang panjang (Vigna unguiculata L.). Cacing STH merupakan nematoda usus yang membutuhkan tanah untuk siklus hidupnya dan mengkontaminasi manusia melalui makanan seperti lalapan. Pada lalapan, telur cacing akan melekat pada sayuran, sehingga apabila dikonsumsi manusia dapat menyebabkan terjadinya infeksi.
Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive yaitu mengambil jenis sayur lalapan dengan kriteria tertentu. Sampel berupa sayur lalapan yang berpotensi terkontaminasi STH yaitu kubis, kemangi, selada, dan kacang panjang. Sampel diambil tiga helai terluar dan tiga helai terdalam untuk kubis dan selada, tiga cabang untuk kemangi, serta tiga helai kacang panjang. Pengambilan sampel dilakukan pada kedua pasar modern, seminggu sekali pada setiap jenis sayur selama satu bulan. Jumlah sampel sayur lalapan yang diamati dari dua pasar modern adalah 128 sampel menggunakan metode apung. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif, diindentifikasi mengacu referensi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telur STH, dan prevalensi dihitung berdasarkan rasio banyaknya sayur lalapan yang terkontaminasi telur STH dibandingkan dengan jumlah seluruh sayur lalapan yang diperiksa.
Hasil penelitian ditemukan tiga jenis telur STH, yaitu telur Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, dan Trichuris trichiura dengan prevalensi telur A. lumbricoides 14,06%, A. duodenale 1,56%, dan T. trichiura 5,46% dengan total prevalensi 21,08%. Prevalensi tinggi ditemukan pada kubis yaitu 31,24%, kedua selada 24,99%, ketiga kemangi 18,75% dan terendah pada kacang panjang 12,5%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Modern markets are more convenient and efficient shopping places with a self-service concept. Many people choose to buy vegetables at modern markets because of their convenience, quality, and complete facilities. Purwokerto has two large modern markets that sell various vegetables, including fresh vegetables. Vegetables that are eaten raw as lalapan have a high risk of being contaminated with Soil-Transmitted Helminths (STH). Types of vegetables commonly used as lalapan include cabbage (Brassica oleracea L.), basil (Ocimum basilicum), lettuce (Lactuca sativa), and long beans (Vigna unguiculata L.). STH worms are intestinal nematodes that require soil for their life cycle and contaminate humans through foods such as lalapan. In lalapan, worm eggs attach to vegetables, so when consumed by humans, they can cause infection.
The research method used was a survey with purposive sampling technique, which involved selecting certain types of vegetables based on specific criteria. The samples were vegetables that had the potential to be contaminated with STH, namely cabbage, basil, lettuce, and long beans. Three outer leaves and three inner leaves were taken from the cabbage and lettuce, three branches from the basil, and three leaves from the long beans. Sampling was carried out at both modern markets once a week for each type of vegetable for one month. The number of raw vegetable samples observed from two modern markets was 128 samples using the floating method. The data obtained was analyzed using descriptive analysis, identified with reference to the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) STH eggs, and the prevalence was calculated based on the ratio of raw vegetables contaminated with STH eggs compared to the total number of raw vegetables examined.
The study found three types of STH eggs, namely Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, and Trichuris trichiura eggs with a prevalence of A. lumbricoides eggs at 14.06%, A. duodenale at 1.56%, and T. trichiura at 5.46% with a total prevalence of 21.08%. High prevalence was found in cabbage at 31.24%, followed by lettuce at 24.99%, basil at 18.75%, and the lowest in long beans at 12.5%.
Kata kunciPasar Modern, Sayur Lalapan, Soil-Transmitted Helminths (STH)
Pembimbing 1Prof. Dr. Bambang Heru Budianto, M.S.
Pembimbing 2Dr. Endang Ariyani Setyowati, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman37
Tgl. Entri2026-02-23 11:24:58.511035
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.