Artikel Ilmiah : E1A021134 a.n. ABELARD SEBASTIAN SIMANJUNTAK

Kembali Update Delete

NIME1A021134
NamamhsABELARD SEBASTIAN SIMANJUNTAK
Judul ArtikelTinjauan Yuridis Terhadap Wanprestasi Dalam Perjanjian Kerjasama Operasi Non Administratif (Studi Putusan Nomor 457/Pdt.G/2022/PN.Jkt Tim)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya tindakan wanprestasi terhadap Perjanjian
Kerja Sama Operasi Non Administratif antara PT. Survai Udara Penas (Persero) selaku
Tergugat dan PT. Prabu Wahana International selaku Penggugat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam
menentukan unsur-unsur wanprestasi dan unsur-unsur ganti rugi yang dijatuhkan oleh
Majelis Hakim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan
pendekatan statute approach, case approach, dan conseptual approach dengan
spesifikasi deskriptif normatif serta analisis secara kualitatif. Hasil penelitian
menyimpulkan bahwa Tergugat telah memenuhi unsur-unsur wanprestasi yaitu adanya
perikatan yang lahir dari perjanjian kerja sama operasi non administratif. Unsur kedua,
debitur tidak berprestasi di mana Tergugat tidak melaksanakan kewajibannya yaitu
memperpanjang Surat Izin Usaha Angkutan Udara dan Sertifikat Angkutan Udara yang
termasuk ke dalam wujud wanprestasi tidak berprestasi sama sekali. Unsur ketiga yaitu
adanya kesalahan dibuktikan dari Tergugat yang tidak melaksanakan kewajibannya
walaupun telah diberikan surat somasi oleh Penggugat. Tergugat juga memenuhi unsur
ganti rugi, yaitu biaya di mana terdapat biaya yang telah dikeluarkan oleh Penggugat
dan bunga yaitu besaran yang diharapkan Penggugat, sedangkan unsur rugi tidak
terpenuhi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is motivated by the act of default in a Non-Administrative Joint
Operation Agreement between PT. Survai Udara Penas (Persero) as the Defendant
and PT. Prabu Wahana International as the Plaintiff. The study aims to analyze the
judge’s legal considerations in determining the elements of defaults and
compensations. This study uses normative judicial research method with a statute,
case, and conseptual approach, using a descriptive normative research specification
and qualitative analysis. The results of the research concluded that the Defendant had
fulfilled the elements of default, namely the existence of an obligation arising from a
non-administrative joint operation agreement. The second element, the debtor did not
perform where there was no intention from the Defendant to carry out his obligations,
namely extending the Air Transportation Business License and Air Transportation
Certificate, constituting forms of breach: complete non-performance. The third
element, namely the existence of an error proven by the Defendant who did not carry
out his obligations even though a warning letter had been given by the Plaintiff. The
Defendant also fulfilled the elements of compensation, namely costs incurred by the
Plaintiff and interest that was expected, while the element of loss was not fulfilled.
Kata kunciGanti Rugi, Perjanjian Kerjasama Operasi Non Administratif, Wanprestasi
Pembimbing 1Nur Wakhid, S.H., M.H.
Pembimbing 2Handityo Basworo, S.H., M.H.
Pembimbing 3Ulil Afwa, S.H., M.H.
Tahun2026
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2026-02-19 23:05:41.031599
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.