| NIM | A1C021021 |
| Namamhs | MUHAMAD NGATIK NURBANI |
| Judul Artikel | PENGARUH JARAK TANAM DAN METODE TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI KETAN LUSI DI LAHAN MARGINAL |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Padi ketan varietas Lusi merupakan varietas unggul dengan tren konsumsi yang meningkat dan berpotensi dikembangkan pada lahan marginal akibat keterbatasan lahan subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi metode irigasi dan jarak tanam terhadap produktivitas padi ketan Lusi di lahan marginal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2×2 dengan tiga ulangan, terdiri atas metode irigasi (konvensional dan Alternate Wetting and Drying/AWD) serta jarak tanam (20 cm × 20 cm dan 30 cm × 30 cm). Parameter yang diamati meliputi jumlah anakan produktif, berat gabah basah, berat gabah kering, jumlah gabah per malai, bobot 100 butir, dan produktivitas. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi irigasi AWD dan jarak tanam 30 cm × 30 cm (P2J2) memberikan hasil terbaik dengan rerata anakan produktif 15,59 batang, berat gabah basah 15,07 g, berat gabah kering 14,39 g, jumlah gabah per malai 98,27 butir, bobot 100 butir 2,68 g, dan produktivitas 2,84ton ha⁻¹. Penerapan metode AWD dengan jarak tanam 30 cm × 30 cm berpotensi menjadi strategi budidaya berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas padi ketan Lusi di lahan marginal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Lusi glutinous rice is a superior variety with increasing consumption trends and strong potential for development on marginal lands due to the limited availability of fertile agricultural areas. This study aimed to evaluate the effect of the combination of irrigation methods and plant spacing on the productivity of Lusi glutinous rice cultivated on marginal land. A 2×2 factorial Completely Randomized Design (CRD) with three replications was applied, consisting of irrigation methods (conventional and Alternate Wetting and Drying/AWD) and plant spacing (20 cm × 20 cm and 30 cm × 30 cm). The observed parameters included number of productive tillers, wet grain weight, dry grain weight, number of grains per panicle, 100-grain weight, and productivity. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by DMRT at a 5% significance level. The results showed that the combination of AWD irrigation and 30 cm × 30 cm spacing (P2J2) produced the best performance, with an average of 15.59 productive tillers, 15.07 g wet grain weight, 14.39 g dry grain weight, 98.27 grains per panicle, 2.68 g 100-grain weight, and productivity of 2.84 t ha⁻¹. The application of AWD combined with 30 cm × 30 cm spacing demonstrates strong potential as a sustainable cultivation strategy to enhance Lusi glutinous rice productivity on marginal lands. |
| Kata kunci | padi ketan, lahan marginal, metode irigasi, jarak tanam, AWD |
| Pembimbing 1 | Afik Hardanto, S.TP., M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ardiansyah, S.TP., M.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2026-02-19 07:13:29.882867 |
|---|