Artikel Ilmiah : J1D021012 a.n. ZERA NOVITA RAMADANI

Kembali Update Delete

NIMJ1D021012
NamamhsZERA NOVITA RAMADANI
Judul ArtikelREPRESENTASI DISKRIMINASI GENDER DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUKGUK

Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya praktik diskriminasi gender yang terepresentasi dalam media film, khususnya melalui unsur naratif dan visual yang kerap menampilkan ketimpangan peran antara laki-laki dan perempuan. Film Ngeri-Ngeri Sedap menjadi menarik untuk diteliti karena menggambarkan dinamika keluarga dengan latar budaya patriarkal yang berpotensi melanggengkan praktik diskriminasi gender.
Tujuan penelitian ini untuk: 1) Mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk-bentuk diskriminasi gender yang ditampilkan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. 2) Menganalisis pesan sosial disampaikan melalui narasi dan visual dalam film Ngeri-Ngeri Sedap.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis isi (content analysis) yang berfokus pada representasi diskriminasi gender dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyimak film secara cermat dan berulang, mencatat dialog, adegan, serta visual yang mengandung unsur diskriminasi gender, kemudian mengklasifikasikan data tersebut sesuai dengan bentuk-bentuk diskriminasi gender yang ditemukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) film Ngeri-Ngeri Sedap merepresentasikan berbagai bentuk diskriminasi gender yang berakar pada sistem patriarki, di mana laki-laki ditempatkan sebagai pihak dominan sementara perempuan berada pada posisi subordinat, yang tampak melalui marginalisasi dan pembatasan peran perempuan dalam lingkup keluarga dan budaya. 2) Berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes, film Ngeri-Ngeri Sedap menyampaikan pesan sosial tentang ketimpangan gender melalui perpaduan narasi dan visual yang sarat makna ideologis. Kode hermeneutik dan proairetik mengungkap sumber konflik serta praktik dominasi patriarki dalam keluarga, kode budaya dan semik melegitimasi serta membentuk stereotip gender, sementara kode simbolik menghadirkan kritik melalui simbol perlawanan perempuan. Melalui kelima kode tersebut, film ini menegaskan bahwa ketimpangan gender bukanlah kodrat, melainkan konstruksi sosial yang terus direproduksi dalam kehidupan keluarga.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is motivated by the persistence of gender discrimination as represented in film media, particularly through narrative and visual elements that often portray unequal roles between men and women. The film Ngeri-Ngeri Sedap is considered significant for analysis as it portrays family dynamics within a patriarchal cultural context that has the potential to perpetuate gender discrimination.
The objectives of this study are: (1) to identify and explain the forms of gender discrimination depicted in the film Ngeri-Ngeri Sedap, and (2) to analyze how social messages are conveyed through narrative and visual elements in the film.
This study employs a qualitative method using content analysis, focusing on the representation of gender discrimination in the film Ngeri-Ngeri Sedap. Data collection techniques include careful and repeated viewing of the film, noting dialogues, scenes, and visual elements containing indications of gender discrimination, and classifying the data according to the identified forms of gender discrimination.
The findings of this study indicate that: (1) the film Ngeri-Ngeri Sedap represents various forms of gender discrimination rooted in a patriarchal system, in which men are positioned as dominant while women occupy subordinate roles, as reflected in the marginalization and restriction of women’s roles within the family and cultural context; and (2) Based on Roland Barthes’ semiotic analysis, the film Ngeri-Ngeri Sedap conveys a social message about gender inequality through the integration of narrative and visual elements laden with ideological meaning. The hermeneutic and proairetic codes reveal the sources of conflict and the practices of patriarchal domination within the family, while the cultural and semic codes legitimize and shape gender stereotypes. Meanwhile, the symbolic code articulates criticism through symbols of female resistance. Through these five codes, the film emphasizes that gender inequality is not a natural given, but a social construction that is continuously reproduced within family life.
Kata kuncirepresentasi, diskriminasi, gender, film, Ngeri-Ngeri Sedap.
Pembimbing 1Nia Ulfa Martha, S.Pd., M.Pd.
Pembimbing 2M. Riyanton, S.S., M.Pd.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman143
Tgl. Entri2026-02-18 17:10:32.976446
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.