Artikel Ilmiah : J1A022061 a.n. SHAFINA LATIFANI

Kembali Update Delete

NIMJ1A022061
NamamhsSHAFINA LATIFANI
Judul ArtikelTranslation Techniques and the Accuracy of Flouting Maxims of Quantity in Indonesian Dubbed Movie 'Lightyear' (2022)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik sulih suara yang digunakan untuk menerjemahkan pelanggaran maksim kuantitas dan tingkat keakuratannya dalam film Lightyear (2022). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan berdasar pada Prinsip Kerja Sama oleh Grice (1975), teori teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir (2002), dan model penilaian keakuratan oleh Nababan dkk. (2012). Data yang digunakan adalah ungkapan yang melanggar maksim kuantitas oleh para karakter utama dalam film Lightyear (2022) serta menggunakan kuesioner yang memuat masukan dari tiga penilai yang digunakan untuk mendukung analisis keakuratan terjemahan. Hasil mengidentifikasi 31 data berupa ungkapan yang melanggar maksim kuantitas. Terdapat 13 dari 18 teknik yang digunakan dengan mayoritas data menggunakan teknik modulasi (7), diikuti oleh terjemahan harfiah (7), amplifikasi (3), kesetaraan yang telah diakui (3), adaptasi (3), calque (1), peminjaman (1), amplifikasi linguistik (1), reduksi (1), deskripsi (1), kompresi linguistik (1), transposisi (1), dan penghilangan (1). Kemudian, 29 data memiliki kualitas akurat serta 2 data lainnya memiliki tingkat kurang akurat. Dengan demikian, penerapan teknik modulasi berfungsi untuk mengubah sudut pandang agar selaras dengan konteks dan nada sehingga memiliki kontribusi terhadap keakuratan dari ungkapan yang melanggar maksim kuantitas dalam film Lightyear (2022).
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to analyse the dubbing techniques used to translate the flouting maxims of quantity and the accuracy of its translation in the movie Lightyear (2022). This research is a descriptive qualitative research based on Cooperative Principles by Grice (1975), translation technique theory by Molina and Albir (2002), and accuracy assessment model by Nababan et al. (2012). The data used were utterances that flouted the maxim of quantity uttered by the main characters in the movie Lightyear (2022) along with questionnaires containing feedback from three raters used to support the analysis of translation accuracy. The results identified 31 data in the form of utterances that flouted the maxim of quantity. There were 13 of the 18 techniques used, with the majority of data using the modulation technique (7), followed by literal translation (7), amplification (3), established equivalent (3), adaptation (3), calque (1), borrowing (1), linguistic amplification (1), reduction (1), description (1), linguistic compression (1), transposition (1), and omission (1). Furthermore, 29 data were found to be accurate, while the remaining 2 data were found to be less accurate. Therefore, the implementation of modulation techniques is used to change the perspective to align with the context and tone, thereby contributing to the accuracy of utterances that flout the maxim of quantity in the movie Lightyear (2022).
Kata kunciDubbing, Flouting Maxims of Quantity, Translation Techniques, Accuracy
Pembimbing 1Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li.
Pembimbing 2Dr. Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman151
Tgl. Entri2026-02-18 14:26:45.898091
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.