| NIM | A1D021113 |
| Namamhs | FATIN AINUR ROHMAH |
| Judul Artikel | Eksplorasi, Identifikasi Jamur dan Bakteri Patogen pada Tanaman Kapulaga Lokal Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kapulaga merupakan tanaman rempah bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi sebagai biofarmaka, namun produktivitasnya sering terkendala oleh penyakit yang belum banyak dilaporkan dan dikelola secara optimal sehingga menjadi kendala utama dalam hal budidaya dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur dan bakteri patogen kapulaga serta menentukan kejadian penyakit karena jamur dan bakteri patogen pada kapulaga. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksploratif deskriptif dengan pendekatan survei lapangan dan analisis laboratorium. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling pada tanaman kapulaga bergejala sakit di Kecamatan Cilongok dan Kedungbanteng, kemudian diisolasi dan diidentifikasi hingga tingkat genus. Variabel yang diamati meliputi gejala penyakit, kejadian penyakit, serta identifikasi dan uji patogenisitas berdasarkan postulat Koch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala dominan di Kecamatan Cilongok adalah bercak daun 61,9% dan layu kuning 43,3%, sedangkan di Kecamatan Kedungbanteng bercak daun 55,7% dan bercak merah 48,6%. Jamur patogen yang teridentifikasi diduga genus Fusarium dan Colletotrichum, sedangkan bakteri patogen yang ditemukan diduga genus Erwinia dan Xylophilus. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Cardamom is a spice plant of high economic value with potential as a bio-pharmaceutical, but its productivity is often constrained by diseases that have not been widely reported or optimally managed, thus becoming a major obstacle in cultivation and production. This study aimed to identify fungal and bacterial pathogens of cardamom and to determine the incidence of diseases caused by these pathogens. This study employed an exploratory descriptive method using survey and laboratory analyses. Sampling was conducted using purposive sampling on symptomatic cardamom plants in Cilongok and Kedungbanteng Districts, which were subsequently isolated and identified up to the genus level. The observed variables included symptom description, disease incidence, as well as pathogen identification and pathogenicity testing based on Koch’s postulates. The results showed that the dominant symptoms in Cilongok District were leaf spots 61.9% and yellow wilt 43.3%, while in Kedungbanteng District leaf spots 55.7% and red spots 48.6% were prevalent. The fungal pathogens identified were suspected to belong to the genera Fusarium and Colletotrichum, while the bacterial pathogens found were suspected to belong to the genera Erwinia and Xylophilus. |
| Kata kunci | cardamom, identification, fungal pathogens, bacterial pathogens |
| Pembimbing 1 | Dr. Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P. |
| Pembimbing 2 | Rama Adi Pratama, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2026-02-18 11:14:37.471611 |
|---|