Artikel Ilmiah : G1A022083 a.n. DESWINTA AYU FAHIRA

Kembali Update Delete

NIMG1A022083
NamamhsDESWINTA AYU FAHIRA
Judul ArtikelAktivitas Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa) Sebagai Antibakteri Terhadap Streptococcus pneumoniae Secara In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri Gram positif flora normal saluran pernapasan yang dapat berubah menjadi patogen penyebab infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun amoksisilin umum digunakan sebagai terapi utama, efektivitasnya kian menurun akibat meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Sebagai solusi alternatif, eksplorasi potensi antibakteri dari bahan alam seperti daun ketapang (Terminalia catappa) kini krusial untuk dikembangkan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun ketapang (T. catappa) terhadap isolat S. pneumoniae secara in vitro. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan metode post-test group only dengan ekstrak daun ketapang yang diperoleh melalui maserasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) pada media Mueller-Hinton agar terhadap bakteri S. pneumoniae koleksi Laboratorium Mikrobiologi FK Unsoed. Uji ini terdiri dari 7 kelompok, yaitu kelompok perlakuan (ekstrak daun ketapang) konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 80%; kelompok kontrol positif (amoksisilin); negatif (aquadest); dan pelarut (DMSO 10%) dengan empat kali pengulangan. Diameter zona hambat diukur dan dianalisis menggunakan uji Saphiro-wilk, Kruskal wallis, dan post hoc bonferroni untuk mengetahui aktivitas antibakterinya. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun ketapang dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 80% tidak mampu membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan S. pneumoniae. Temuan ini berbanding terbalik dengan kontrol positif amoksisilin (25 µg/disk) yang menghasilkan zona hambat dengan rata-rata diameter 12,5 mm. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan faktor fisik seperti ukuran molekul dan viskositas ekstrak yang menghambat difusi atau pertumbuhan bakteri yang kurang optimal. Kesimpulan: Ekstrak daun ketapang tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. pneumoniae secara in vitro.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Streptococcus pneumoniae is a Gram-positive bacterium typically residing as normal flora in the respiratory tract, which can transform into a pathogen causing severe infections such as pneumonia and meningitis. Although amoxicillin is widely utilized as the primary therapy, its effectiveness has progressively declined due to the rising incidence of antibiotic resistance. Consequently, exploring the antibacterial potential of natural resources, such as ketapang leaves (Terminalia catappa), has become crucial as a viable alternative solution. Objective: This study aimed to determine the antibacterial activity of ketapang leaf extract (T. catappa) against S. pneumoniae isolates in vitro. Method: This experimental study used a post-test group only method with ketapang leaf extract obtained through maceration. The antibacterial activity test was conducted using the disc diffusion method (Kirby-Bauer) on Mueller-Hinton agar media against S. pneumoniae bacteria collected from the Microbiology Laboratory of the Faculty of Medicine, Unsoed. This experimental consisted of seven groups, namely the treatment group (T. catappa leaf extract) at concentrations of 10%, 20%, 40%, and 80%; the positive control group (amoxicillin); the negative control group (distilled water); and the solvent group (10% DMSO) with four replicates. The inhibition zone diameter was measured and analyzed using Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, and post hoc Bonferroni test to determine its antibacterial activity. Results: The results showed that ketapang leaf extract at concentrations of 10%, 20%, 40%, and 80% was unable to form an inhibition zone against the growth of S. pneumoniae. This finding contrasted with the positive control, amoxicillin (25 µg/disk), which produced an inhibition zone with an average diameter of 12.5 mm. The absence of inhibitory activity by the extract is suspected to be related to physical factors, such as molecular size and extract viscosity that hinder diffusion, or suboptimal bacterial growth. Conclusion: Ketapang leaf extract shows no antibacterial activity against S. pneumoniae in vitro.
Kata kunciAntibakteri, Daun Ketapang (Terminalia catappa), Difusi Cakram, Maserasi, Streptococcus pneumoniae
Pembimbing 1Rani Afifah Nur Hestiyani, S.Si, M.Biotech
Pembimbing 2Anriani Puspita Karunia Ning Widhi, S.Si, M.Si
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2026-02-18 08:42:51.321296
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.