Artikel Ilmiah : A1G023004 a.n. DENISA WINAHYU RAHMADHANI

Kembali Update Delete

NIMA1G023004
NamamhsDENISA WINAHYU RAHMADHANI
Judul ArtikelFaktor-Faktor yang Memengaruhi Kesediaan Petani Dalam Melakukan Usahatani Mina Padi di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Panembangan merupakan desa percontohan program Smart Fisheries Village (SFV), yaitu pengembangan budidaya mina padi di Jawa Tengah pada tahun 2021 yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penerapan sistem terpadu mina padi merupakan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahterahan petani karena akan mendapatkan dua komoditas sekaligus, yaitu padi dan ikan. Meskipun usahatani mina padi memberikan keuntungan bagi petani pada kenyataannya pelaksanaannya berhenti setelah program tersebut selesa. Seiring berjalannya waktu, mina padi diperkenalkan kembali melalui program baru dengan dukungan pemerintah. Kondisi ini, menimbulkan dinamika terkait kesediaan petani untuk kembali melakukan usahatani mina padi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran usahatani mina padi dan karakteristik petani yang pernah menerapkan
mina padi di Desa Panembangan; 2) mengetahui tingkat kesediaan petani dalam melakukan usahatani mina padi kembali; 3) menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi kesediaan petani untuk melakukan usahatani mina padi kembali. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menggunakan metode pengambilan sampel berupa sensus. Objek penelitian ini, yaitu kesediaan petani terhadap budidaya mina padi dengan sasaran petani yang pernah menerapkan mina padi. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara petani dan data sekunder yang diperoleh melalui sumber literatur. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendapatan, modal, pengalaman usahatani, luas lahan, manfaat adopsi, kemudahan adopsi, peran pemerintah, dan status kepemilikan lahan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Karakteristik petani di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yaitu rata-rata petani berumur 61 tahun, pendidikan yang banyak ditempuh petani adalah Sekolah Dasar, sebagian petani memiliki pengalaman budidaya mina padi pada rentang 0,5 – 1,5 tahun, sebagian besar petani memiliki jumlah tanggungan keluarga 1 – 3 orang, luas lahan yang dimiliki petani paling banyak pada rentang 0,3 – 0,5 Ha, rata-rata pendapatan sebesar Rp7.000.000 dan modal sebesar Rp3.500.000, sebagian besar petani memiliki lahan dengan status non-milik berupa sewa dan sakap. Hasil analisis faktor yang memengaruhi kesediaan petani dalam melakukan usahatani mina padi kembali, yaitu variabel kemudahan adopsi (X6), peran pemerintah (X7), dan status kepemilikan lahan (D1). Sedangkan, variabel pendapatan (X1), pengalaman usahatani (X2), modal (X3), luas lahan (X4), dan manfaat adopsi (X5) tidak berpengaruh terhadap kesediaan petani melakukam usahatani mina padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Panembangan Village is a pilot village for the Smart Fisheries Village (SFV) program, which is the development of rice-fish farming in Central Java in 2021,
developed by the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. The implementation of an integrated rice-fish farming system is one of the efforts that can be made to improve the welfare of farmers because they will get two commodities at once, namely rice and fish. Although rice-fish farming provides benefits for farmers, in reality its implementation stopped after the program was completed. Over time, rice-fish farming was reintroduced through a new program with government
support. This situation has created dynamics related to farmers' willingness to return to rice-fish farming. This study aims to 1) describe rice-fish farming and the
characteristics of farmers who have practiced rice-fish farming in Panembangan Village; 2) determine the level of farmers' willingness to return to rice-fish farming; 3) analyze the factors that influence farmers' willingness to return to rice-fish farming. This study was conducted in Panembangan Village, Cilongok Subdistrict, Banyumas Regency, using a census sampling method. The object of this study was farmers' willingness to practice rice-fish farming, targeting farmers who had previously implemented rice-fish farming. The data used were primary data obtained directly through interviews with farmers and secondary data obtained from literature sources. The variables used in this study were income, capital, farming experience, land area, benefits of adoption, ease of adoption, the role of the government, and land ownership status. The research data were analyzed using descriptive analysis and logistic regression analysis.
The characteristics of farmers in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency, are that the average farmer is 61 years old, most farmers have
only completed elementary school, some farmers have 0,5-1,5 years of experience in rice-fish farming, most farmers have 1-3 dependents, the largest area of land owned by farmers is in the range of 0,3-0,5 hectares, the average income is Rp7.000.000 and capital is Rp3.500.000, and most farmers have land with non
ownership status in the form of leases and sakap. The results of the analysis of factors affecting farmers' willingness to return to rice-fish farming are the variables (perceived ease of use (X6), the role of the government (X7), and land ownership status (D1). Meanwhile, the variables of income (X1), farming experience (X2), capital (X3), land area (X4), and perceived usefulness (X5) did not affect farmers' willingness to engage in rice-fish farming.
Kata kuncimina padi, kesediaan petani, adopsi inovasi, regresi logistik
Pembimbing 1Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Dewanti Risa Utami, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2026-02-17 17:36:16.235652
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.