Artikel Ilmiah : L1B022039 a.n. ANDINI DWI OKTAVIA

Kembali Update Delete

NIML1B022039
NamamhsANDINI DWI OKTAVIA
Judul ArtikelProfil Asam Amino dan Profil Proksimat Nanoenkapsulasi Hidrolisat Peptida Tuna (Thunnus sp.) dengan Bahan Matriks yang Berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bahan dinding yang berbeda terhadap profil asam amino dan komposisi proksimat dari nanokapsul hidrolisat peptida viscera tuna (Thunnus sp.) untuk penggunaan potensial sebagai bahan pakan ikan fungsional. Hidrolisat protein ikan yang berasal dari visceraL dienkapsulasi secara nano menggunakan maltodextrin saja (perlakuan A) atau kombinasi maltodextrin–protein whey (perbandingan 3:1, perlakuan B). Nanoemulsi disiapkan dalam kondisi homogenisasi terkontrol dan dikonversi menjadi bubuk melalui pengeringan semprot. Asam amino diukur dengan HPLC setelah hidrolisis asam dan derivatisasi OPA, sementara komposisi proksimat (kelembaban, abu, protein kasar, lemak kasar, dan serat kasar) ditentukan menggunakan metode gravimetri standar dan Kjeldahl. Kedua sistem dinding menghasilkan nanokapsul yang mengandung 14 asam amino terdeteksi. Nanokapsul yang diformulasikan dengan dinding maltodekstrin–whey (B) umumnya menunjukkan konsentrasi asam amino total yang lebih tinggi dibandingkan yang dihasilkan dengan maltodekstrin saja (A), dengan asam glutamat, asam aspartat, treonin, arginin, leusin, lisin, dan isoleusin sebagai asam amino dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa protein whey dalam matriks dinding meningkatkan retensi peptida dan asam amino selama nanoemulsifikasi dan pengeringan semprot. Analisis proksimat menunjukkan perbedaan yang jelas antara sistem dinding: nanokapsul maltodekstrin (A) memiliki kandungan protein kasar yang lebih tinggi, sedangkan nanokapsul maltodekstrin–whey (B) ditandai dengan kandungan air yang lebih rendah dan abu yang lebih tinggi, menunjukkan dehidrasi yang lebih baik dan fraksi mineral yang lebih besar. Kandungan lipid kasar dan serat kasar secara umum sebanding antara perlakuan. Secara keseluruhan, pilihan bahan dinding secara signifikan mempengaruhi kualitas nutrisi nanokapsul hidrolisat peptida viscera tuna. Sistem maltodekstrin–whey lebih cocok ketika tujuan adalah memaksimalkan retensi asam amino dan mengurangi kelembaban untuk meningkatkan stabilitas penyimpanan dan kontribusi mineral, sementara maltodekstrin saja mungkin lebih disukai ketika konsentrasi protein kasar per satuan massa yang lebih tinggi diinginkan. Nanokapsul ini menunjukkan karakteristik menjanjikan untuk digunakan sebagai sumber protein fungsional dalam pakan akuakultur bernilai tinggi, sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut in vivo terkait kemudahan pencernaan, kinerja pertumbuhan, dan respons kesehatan pada spesies target.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aimed to evaluate the effect of different wall materials on the amino acid profile and proximate composition of tuna (Thunnus sp.) viscera peptide hydrolysate nanocapsules for potential use as functional aquafeed ingredients. Viscera-derived fish protein hydrolysate was nanoencapsulated using either maltodextrin alone (treatment A) or a maltodextrin–whey protein combination (3:1, treatment B). Nanoemulsions were prepared under controlled homogenization conditions and converted into powders by spray drying. Amino acids were quantified by HPLC after acid hydrolysis and OPA derivatization, while proximate composition (moisture, ash, crude protein, crude lipid, and crude fiber) was determined using standard gravimetric and Kjeldahl methods. Both wall systems produced nanocapsules containing 14 detectable amino acids. Nanocapsules formulated with the maltodextrin–whey wall (B) generally showed higher total amino acid concentrations than those produced with maltodextrin alone (A), with glutamic acid, aspartic acid, threonine, arginine, leucine, lysine, and isoleucine as the predominant amino acids. These findings suggest that whey protein in the wall matrix improves the retention of peptides and amino acids during nanoemulsification and spray drying. Proximate analysis revealed clear differences between wall systems: maltodextrin nanocapsules (A) had higher crude protein content, whereas the maltodextrin–whey nanocapsules (B) were characterized by lower moisture and higher ash, indicating improved dehydration and a greater mineral fraction. Crude lipid and crude fiber contents were broadly comparable between treatments. Overall, the choice of wall material markedly influenced the nutritional quality of tuna viscera peptide hydrolysate nanocapsules. The maltodextrin–whey system is more suitable when the objective is to maximize amino acid retention and reduce moisture to enhance storage stability and mineral contribution, while maltodextrin alone may be preferred when higher crude protein concentration per unit mass is desired. These nanocapsules show promising characteristics for incorporation as functional protein sources in high-value aquaculture feeds, warranting further in vivo evaluation of digestibility, growth performance, and health responses in target species.
Kata kunciProfil asam amino; Hidrolisat peptida ikan; Nanoenkapsulasi; Maltodekstrin; Whey
Pembimbing 1Purnama Sukardi
Pembimbing 2Lilik Setiyaningsih
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2026-02-15 09:00:00.847627
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.