Artikel Ilmiah : F1D022011 a.n. SAVRINA DEWI

Kembali Update Delete

NIMF1D022011
NamamhsSAVRINA DEWI
Judul ArtikelPengarusutamaan Gender dalam Implementası Perbup Nomor 29 Tahun 2020 sebagai Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang BUMDES
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi prinsip pengarusutamaan gender (PUG)
dalam implementasi kebijakan BUMDes di Kabupaten Banyumas berdasarkan Perbup
Nomor 29 Tahun 2020. Kajian ini penting dan menarik karena meskipun kebijakan
BUMDes tidak secara eksplisit menyebutkan PUG, pasal-pasalnya memuat nilai
kesetaraan dan partisipasi yang membuka peluang bagi peran perempuan dalam
pembangunan ekonomi desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi, dengan pemilihan informan menggunakan teknik
purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan model interaktif
Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Perbup
Nomor 29 Tahun 2020 telah memuat semangat kesetaraan yang menekankan
pentingnya partisipasi perempuan, dan dalam praktiknya didukung pada inisiatif
pemerintah desa masing-masing. BUMDes di Desa Rempoah dan Kalibagor
merefleksikan realisasi prinsip Gender and Development (GAD) di tingkat lokal. Pada
tahap pendirian, perempuan berperan aktif dalam musyawarah desa dan turut
memengaruhi arah pengembangan usaha. Dalam kepengurusan, Desa Rempoah
menunjukkan tingkat partisipasi yang lebih tinggi melalui keterlibatan perempuan
dalam struktur inti dan unit usaha, sedangkan Desa Kalibagor masih didominasi lakilaki namun mulai membuka ruang partisipasi. Pada tahap pengelolaan, perempuan di
Rempoah berperan dalam pengambilan keputusan dan peningkatan kapasitas,
sedangkan di Kalibagor partisipasinya bersifat dinamis dan diarahkan kembali melalui
kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
keterlibatan perempuan dalam BUMDes lebih banyak didorong oleh praktik sosial,
kebutuhan operasional, dan inisiatif lokal desa. Partisipasi tersebut cenderung
memenuhi kebutuhan gender praktis, belum sepenuhnya mencerminkan PUG yang
terintegrasi sebagaimana ditekankan dalam pendekatan Gender and Development
(GAD).
Kata kunci: Pengarusutamaan Gender, BUMDes, Partisipasi, Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze the integration of gender mainstreaming (PUG) principles
in the implementation of Village-Owned Enterprises (BUMDes) policies in Banyumas
Regency, based on Regent Regulation No. 29 of 2020. This study is significant and
interesting because, although the BUMDes policy does not explicitly mention PUG, its
articles contain values of equality and participation that open up opportunities for
women's roles in village economic development. This research used a qualitative
approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews,
observation, and documentation, with informants selected using purposive and
snowball sampling techniques. Data analysis was conducted using the Miles and
Huberman interactive model. The results show that normatively, Regent Regulation
No. 29 of 2020 embodies a spirit of equality that emphasizes the importance of
women's participation, and in practice, this is supported by initiatives from the
respective village governments. The BUMDes in Rempoah and Kalibagor villages
reflect the implementation of Gender and Development (GAD) principles at the local
level. During the establishment stage, women play an active role in village
deliberations and influence the direction of business development. In terms of
management, Rempoah Village demonstrates a higher level of participation through
women's involvement in core structures and business units. Kalibagor Village remains
male-dominated but is beginning to open up opportunities for participation. In the
management phase, women in Rempoah play a role in decision-making and capacity
building, while in Kalibagor, their participation is dynamic and redirected through
economic activities based on local potential. Research findings indicate that women's
involvement in BUMDes is driven primarily by social practices, operational needs, and
local village initiatives. This participation tends to address practical gender needs and
does not fully reflect the integrated gender mainstreaming (PUG) emphasized in the
Gender and Development (GAD) approach.
Keywords: Gender Mainstreaming, BUMDes, Participation, Banyumas
Kata kunciPengarusutamaan Gender, BUMDes, Partisipasi, Banyumas.
Pembimbing 1Prof. Dr. Sofa Marwah, M.Si
Pembimbing 2Titis Perdani, S.IP., M. Sos
Pembimbing 3Luthfi Makhasin, MA. PhD
Tahun2026
Jumlah Halaman41
Tgl. Entri2026-02-14 22:32:27.509407
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.