Artikel Ilmiah : J1E021054 a.n. SANDI DIANA AYU LINTANG DHINULLAH
| NIM | J1E021054 |
|---|---|
| Namamhs | SANDI DIANA AYU LINTANG DHINULLAH |
| Judul Artikel | AN ENGLISH TEACHER’S PERCEPTION OF USING YOUTUBE VIDEOS AS A LEARNING MEDIUM TO TEACH VOCABULARY TO YOUNG LEARNERS AT A SCHOOL WITH INADEQUATE TEACHING FACILITIES (A Narrative Inquiry at SDN 2 Rejasari) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Dhinullah, Sandi., 2026. An English Teacher’s Perception of Using Youtube Videos As A Learning Medium to Teach Vocabulary to Young Learners in School with Limited Resources. Dosen Pembimbing 1: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd., Dosen Pembimbing 2: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.TESOL., Dosen Penguji 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Dosen Penguji 2: Musytasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya. Jurusan Pendidikan Bahasa. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Purwokerto. 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi seorang guru bahasa Inggris terhadap penggunaan video YouTube sebagai media pembelajaran untuk mengajarkan kosakata kepada pembelajar muda, khususnya di sekolah dengan fasilitas pembelajaran yang tidak memadai. Penguasaan kosakata bahasa Inggris merupakan hal yang mendasar bagi pembelajar muda sebagai landasan pemerolehan bahasa; namun, pembelajaran yang berpusat pada buku teks konvensional sering kali terbukti kurang mampu mempertahankan minat siswa dalam konteks sekolah dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan narrative inquiry untuk menggali pengalaman hidup dan cerita personal guru dalam menghadapi manfaat serta tantangan dalam mengintegrasikan YouTube ke dalam pembelajaran di kelas. Partisipan penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris di SDN 2 Rejasari yang dipilih melalui purposive sampling dan memiliki pengalaman langsung dalam mengintegrasikan media digital ke dalam pembelajaran meskipun hanya memiliki satu proyektor LCD dan akses internet yang tidak stabil. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengungkap persepsi guru, manfaat yang dirasakan dari penggunaan YouTube, serta strategi yang digunakan untuk mengatasi kendala instruksional dan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang YouTube sebagai media yang sangat bermanfaat dalam mendukung pemahaman kosakata melalui input multimodal yang menggabungkan unsur visual dan auditori. Penggunaan video YouTube meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa, serta mengubah suasana kelas yang sebelumnya pasif menjadi lebih interaktif. Meskipun demikian, beberapa tantangan teridentifikasi, termasuk fasilitas pembelajaran yang tidak memadai, konektivitas internet yang tidak stabil, serta perbedaan tingkat pemahaman siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan strategi adaptif seperti mengunduh video terlebih dahulu, menghentikan video untuk memberikan penjelasan, serta memberikan scaffolding guna membantu siswa memahami materi. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi platform digital gratis seperti YouTube dapat membantu meminimalkan keterbatasan pembelajaran di sekolah dengan fasilitas yang tidak memadai, selama guru menerapkan pertimbangan profesional dalam memilih konten yang selaras dengan kebutuhan siswa dan tujuan kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video YouTube dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang suportif dalam pengajaran kosakata kepada pembelajar muda. Kata Kunci: persepsi guru; penggunaan YouTube; pembelajaran kosakata;pembelajar usia dini; fasilitias pembelajaran yang tidak memadai. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Dhinullah, Sandi., 2026. An English Teacher’s Perception of Using Youtube Videos As A Learning Medium to Teach Vocabulary to Young Learners in School with Limited Resources. Thesis Supervisor 1: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd., Thesis Supervisor 2: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.TESOL., Chief External Examiner: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., External Examiner: Musytasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Ministry Of Higher Education, Science, And Technology Jenderal Soedirman University. Faculty Of Humanities. Department Of Language Education. English Education Study Program Purwokerto. This study aimed to explore an English teacher’s perception of using YouTube videos as a learning medium to teach vocabulary to young learners, specifically in a school with inadequate teaching facilities. Mastery of English vocabulary was fundamental for young learners as a foundation for language acquisition; however, conventional textbook-centered instruction often proved insufficient to sustain student’s interest in under-resourced school contexts. This qualitative study employed a narrative inquiry approach to explore the teacher’s lived experiences and personal stories in navigating both the benefits and challenges of integrating YouTube into classroom instruction. The participant was an English teacher at SDN 2 Rejasari, selected through purposive sampling, who had direct experience integrating digital media into the lessons despite having only one LCD projector and unstable internet access. Data were collected through semi-structured interviews and non-participant observations and were analyzed thematically to uncover the teacher’s perceptions, the perceived benefits of YouTube, and the strategies the teacher used to address instructional and infrastructural constraints. The findings revealed that the teacher perceived YouTube as a highly beneficial tool that supported vocabulary comprehension through multimodal input combining visual and auditory elements. The use of YouTube videos increased student engagement and motivation, transforming a previously passive classroom atmosphere into a more interactive learning setting. Despite these advantages, several challenges were identified, including inadequate teaching facilities, unstable internet connectivity, and varying levels of student understanding. To address these issues, the teacher employed adaptive strategies such as pre-downloading videos, pausing the videos for clarification, and providing scaffolding to assist students in understanding the content. Therefore, this study suggested that the integration of free digital platforms such as YouTube could help minimize instructional limitations in schools with inadequate facilities, provided that teachers applied professional judgment in selecting content aligned with students’ needs and curriculum objectives. The study concluded that YouTube videos served as a supportive learning medium for teaching vocabulary to young learners. Keywords: Teacher’s perception; YouTube as a learning medium; vocabulary instruction; young learners; inadequate school facilities. |
| Kata kunci | Teacher’s perception; YouTube as a learning medium; vocabulary instruction; young learners; inadequate school facilities. |
| Pembimbing 1 | Laxmi Mustika Cakrawati, M.Pd. |
| Pembimbing 2 | Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Tesol. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 175 |
| Tgl. Entri | 2026-02-13 11:21:48.248851 |